Politik

Tega! Romy Memperlakukan Mbah Maimoen Zubair Seperti Jalangkung

Ayonews, Jakarta
KH. Maimun Zubair, seorang Kyai sepuh yang pencerahannya selalu dinantikan. Banyak orang yang selalu menunggu dawuh-dawuhnya, nasehatnya karena selalu terasa menyejukkan dan mendinginkan suasana ketika terjadi masalah yang panas.

“Sayangnya, ketokohan Mbah Moen selalu dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan,” ucap mantan aktifis PMII, Ismail Marjuki di Jakarta , Minggu (6/8/2017).

Salah satunya, kata Ismail, dimanfaatkan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy alias Romy untuk kepentingan politik dan kebohongan publik.

“Nggak tega rasanya melihat sesepuh kami diperlakukan seperti itu. Terlebih dijadikan alat politik untuk kekuasaan,” papar Ismail.

Ismail Marjuki, mantan aktifis PMII

Lebih parahnya lagi, lanjut Ismail, Mbah Moen diperlakukan Romy seperti jalangkung saat PPP yang diklaim Romy menggelar Mukernas di Jakarta beberapa pekan lalu.

“Jalangkung itu kan datang diundang, pulang tak diantar. Bagaimana tidak diperlakukan seperti jalangkung, Mbah Moen diundang datang dan dijemput pakai helikopter. Tapi pas pulang cuma dianter sampai pintu loby hotel. Dibiarkan begitu saja. Ini kan keterlaluan,” sebut Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta.

Ismail menuturkan, untuk menghadiri acara penutupan dan dukungan presiden PPP Romy di Ancol, Mbah Moen dari rumahnya dijemput pakai helikopter dari Sarang, Rembang ke Semarang. Kemudian, dari Semarang ke Jakarta diantar pakai private jet.

“Setelah acara selesai beliau diantar pulang sampai lobby hotel. Dari bandara ke Semarang naik pesawat umum bersama pendampingnya dan pulang dengan mobil jemputan dari pondok. Dimana penghormatan beliau kpd ulama?” tanya Ismail.

Perlakuan berbeda, lanjut Ismail, justru datang dari PPP hasil Muktamar Jakarta 2014.

“Sebagai guru dan sesepuh partai, kami sangat menghormati dan menyanyangi Mbah Moen. Kepentingan kami dalam partai karena memang Mbah Moen posisinya sebagai Ketua Dewan Syariah partai. Apapun kepentingannya sudah tentu kami layani dengan baik,” ujarnya.

Ismail mengingatkan kepada semua pihak di internal partai untuk menjaga wibawa tokoh-tokoh sepuh partai. Karena dengan menghormati beliau, marwah PPP sebagai partai Islam pun terjaga.

Selain Mbah Moen, sebut Ismail, banyak sesepuh PPP yang harus dijaga dan dirawat sebagai orangtua. Di antaranya ada Hamzah Haz, Bachtiar Chamsyah dan lainnya.

 

“Sebagai ulama besar, Mbah Moen harus ditempatkan di posisi tertinggi. Sebagai umat dan aktifis partai Islam, dengan menghargai ulama, wibawa Islam pun terjaga. Tapi kalau sudah su’ul adab (adab buruk) seperti yang diperlakukan Romy pada Mbah Moen, tinggal tunggu saatnya diazab,” tutupnya.(***)

Most Popular

To Top