Pendidikan

Kebijakan Full Day School Bikin Puluhan Ribu Madrasah, TPQ & TPA Bangkrut

 

Ayonews, Jakarta

Sistem Pendidikan Full Day School yang akan diterapkan dalam kebijakan Menteri Pendidikan Nasional mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan.

Kali ini penolakan kebijakan tersebut datang dari Pengurus Wilayah Rabithah Mahad Islamiyah Nahdlatul Ulama’ Propinsi Jakarta (PW RMI-NU), Jaringan Pondok Pesantren di bawah naungan NU.

“Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah telah berperan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa bahkan sebelum NKRI ini merdeka. Pesantren ikut serta meletakkan dasar-dasar karakter bangsa ini,” ungkap Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta, KH. MH. Bahaudin kepada awak media.

Pria yang biasa dipanggil Gus Baha ini mengatakan, banyak Tokoh-tokoh baik tingkat daerah maupun Nasional produk lulusan dari Pondok Pesantren.

“Gus Dur misalnya. Dan banyak lagi toloh lainnha,” ujar Pengasuh Pesantren Buhairatul Istirhamiah ini.

Diungkapkan Gus Baha,  sistem pendidikan di pondok pesantren dan Diniyah memiliki ciri khas penyampaian pendidikan keagamaan setiap hari.

“Santri pagi hingga siang mengikuti pendidikan formal. Setelah itu istirahat siang atau bermain. Sore hari, Santri melanjutkan belajar diniyah dan pendidikan Keislaman,” ucap Gus Baha.

Gus Baha tak bisa membayangkan akibat kebijakan Mendiknas mewajibkan Full day School dari pagi hingga sore, maka Puluhan ribu Madrasah diniyah, TPQ, TPA dll akan tutup.

“Kebijakan Mendiknas bisa dianggap membunuh peran serta Madrasah Diniyah dalam pengembangan pendidikan,” tandas Gus Baha.

Gus Baha menambahkan, mengecilnya peran Pesantren dan Madrasah Diniyah dalam proses belajar mengajar dengan sendirinya memperkecil kesempatan generasi muda dalam mempelajari keislaman.

“Kebijakan ini sangat berbahaya. Pondok Pesantren dan Madrasah diniyah meminta kepada Bapak Menteri Pendidikan Nasional untuk mengurungkan kebijakan tersebut. Karena kebijakan tersebut juga bertentangan dengan Revolusi Mental dan Nawacita yang digagas oleh Presiden RI,” paparnya.

Meski menteri bersikukuh melaksanakan kebijakan full day school tersebut, terangnta, Gus Baha meminta kepada Pemerintah RI agar memberikan keleluasaan kepada Pondok Pesantren, Sekolah Formal, Madrasah Diniyah yang merupakan jaringan NU untuk menentukan kurikulum dan Sistem pendidikan sendiri.

“Saya yakin Kurikulum dan silabus di pesantren dan diniyah yang sudah dilakukan ratusan tahun ini tetap diperlukan bangsa ini dan akan memberikan kontribusi positif kepada negara”, pungkasnya.(***)

Most Popular

To Top