Opini

Coba Jujur Pada Diri Sendiri, Pasti Ahok Lah yang Terbaik

Banyak perubahan signifikan selama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saya merasakan segudang nilai plus dan prestasinya. Dan orang-orang yang endorse Ahok juga sangat sangat kredibel dan maaf, bukannya mau bilang endorser dan prestasi Paslon lain jelek. Tapi asli punya Ahok keren-keren banget, dan sangat nggak sebanding lah.

Keren! Di sini bukan hanya berarti tampang endorser nya aja ya (banyak artis cantik dan ganteng), tapi juga gagasan dan eksekusi ide idenya itu lho. Nggak hanya pada saat kampanye ya. Lihat aja, contoh nyata salah satunya; transformasi ekstrim Kalijodo. Kemudian fakta Jakarta hujan melulu beberapa minggu terakhir tapi nggak banjir-banjir.

Belum lagi perang lawan mafia begal APBD (waktu awal-awal menjabat–inget kasus Sanusi dan kasus USB/UPS?), dll. Segudang deh prestasinya! Contoh prestasi-prestasi model begini apa kita mau tutup mata begitu saja? Ya nggak mungkin lah. Terlalu mengkilat untuk kita sangkal.
Prostitusi hilang, banjir hilang, mafia APBD hilang, taman kota nambah, lampu jalan nambah terang, rusunawa nambah, eksekusi BPJS lancar, dll. Ini yang saya atau temen-temen saya rasain secara langsung ya.

Memang, belum 100% dan room for improvement nya masih besar. Tapiiii progress Koh Ahok yang selama cuman bbrp tahun jadi gubernur ini menurut saya mengalahkan progres 10-15 tahun dari gubernur-gubernur sebelumnya.

Kenapa saya nulis ini?

Saya ingin temen temen berKTP DKI saya yang masih belum mau pilih Ahok untuk Pilkada besok, untuk kembali mempertimbangkan. Yuk kita jujur deh. At least sama diri sendiri. Kita sedang mempertaruhkan masa depan Jakarta nih besok. Jakarta yang kita cintai. Tempat hidup mati kita. Kita mempertaruhkan APBD kita yang sekitar 70 trilyun per tahun itu untuk dikelola oleh seorang manager atau administrator yg istilah umumnya gubernur.

Kalau masa jabatannya 5 tahun, dan asumsi APBD nya naik tiap tahun, itu total nya bisa mencapai sekitar 400 T lebih. Mau main-main kita dengan anggaran sebesar ini? Duh, mending jangan ambil resiko deh. Kita serahkan sama ahlinya yang sudah terbukti.
Saking bagusnya posisi Ahok dalam Pilkada ini, Paslon lain mau gak mau harus gembar gembor pakai isu SARA untuk menggoyang rasional kita, karena sudah nggak ada cara lain lagi yang bisa dipakai.

Padahal, kata salah satu Paslon juga, menggunakan isu SARA sebagai alat kampanye sangat berbahaya, karena bisa merobek tenun kebangsaan Indonesia.

Anyway, semoga tulisan pendek ini bisa membantu kamu-kamu yang belum mau pilih Ahok untuk kemudian memilih beliau pada Pilkada DKI besok. Karena, kalau ada istilah “may the best man win”, the best is already here. Kita cuma butuh untuk jujur sama diri sendiri.

Okki Soebagio

Most Popular

To Top