Hukum & Kriminal

Buntut Tewasnya Mahasiswa Pelayaran, Menhub Non Aktifkan Ketua STIP

Ayonews, Jakarta
Tak hanya polisi, tim investigasi internal STIP juga melakukan penyelidikan terhadap tewasnya Amirullah setelah menjadi korban penganiayaan seniornya.

“Semua dokumen diperiksa oleh tim investigasi, termasuk rekaman CCTV. Jika terbukti, para pelaku akan dipecat,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Wahju Satrio Utomo dalam jumpa pers di STIP Jl. Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Tim investigasi internal yang dibentuk, diketuai Sekretaris BPSDM Perhubungan Edward Marpaung. Penyelidikan menurut Wahju Satrio akan berlangsung selama 2 hari.

“Sekarang ini barak taruna terpisah pagar yang sangat tinggi, ada juga CCTV untuk memantau kegiatan mereka. Karena jam 10 malam, taruna harus tidur. Saya minta tim investigasi bisa mengungkap kasus ini selama 2 hari,” imbuhnya.

Selain itu, tim investigasi juga sudah mengumpulkan informasi dari rekan sekamar Amirullah Adityas, taruna STIP tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika,

“Dugaan sementara, dari info rekan sekamar korban, ini terkait peralihan pemain drumband dari senior ke junior,” ujarnya.

Terkait kasus dugaan penganiayaan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menonaktifkan Ketua STIP Jakarta Capt. Weku Frederik Karuntu

“Pak Menhub telah mengambil tindakan. Mulai hari ini, Ketua STIP dinonaktifkan dan langsung digantikan oleh Pak Arifin Soenardjo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembagan SDM Perhubungan Laut,” ujar Wahju Utomo.

Pihaknya juga sudah menonaktifkan perwira jaga yang bertugas selama kejadian. Penonaktifan dilakukan untuk mendukung proses investigasi.

“Agar investigasinya lebih fokus. Saya juga minta Pak Arifin untuk membentuk sidang dewan taruna,” imbuhnya.

Setelah investigasi rampung, sidang dewan taruna akan digelar untuk menindaklanjuti hasil temuan. Jika terbukti bersalah, para pelaku penganiayaan akan dipecat dari STIP.(***)

Most Popular

To Top