Hukum

2 Warga Kepulauan 1000 ini Ikut Demo di Sidang Ahok: Nggak Ada Penistaan Agama, Kalau Ada Udah ‘Habis’ Sama Orang Pulau

Ayonews, Jakarta

10 Warga Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu yang sengaja datang ke Jakarta untuk ikut aksi mendesak Majelis Hakim membebaskan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari dakwaan perkara dugaan penistaan agama Islam.

Mereka menilai persidangan yang mendakwa Ahok itu dinilai penuh rekayasa.

“Sidang ini harus dihentikan dan Pak Ahok harus dibebaskan. Kan aneh, Pak Ahok di sidang dengan saksi-saksi yang tidak pernah hadir, melihat dan mendengar langsung penjelasan program oleh Gubernur DKI saat di Kepulauan Seribu,” ungkap Dewi Oji, warga Pulau Panggang di depan Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Hamidah Saleh, warga Pulau Panggang lainnya memberikan dukungan secara langsung kepada Ahok. Hamidah mengungkapkan, kesedihannya atas fitnah penistaan agama yang berujung dijadikannya Ahok sebagai terdakwa.
“Ini fitnah dan saya datang ke sini ikut menyaksikan sidang bukan karena ingin hura-hura. Tapi kasihan dengan Pak Ahok yang difitnah habis-habisan. Padahal dia sudah berbuat baik pada kita, khususnya warga Kepulauan Seribu,” katanya.

Dewi Oji dan Hamidah Saleh datang ke persidangan Ahok bersama sepuluh orang warga Pulau Panggang lainnya. Mereka sejak kemarin sudah berada di Jakarta dan bermalam di rumah keluarganya di kawasan Jakarta Barat.

Mereka ingin memberi tahu warga Ibu Kota yang masih percaya Ahok menistakan agama adalah keliru. Warga itu telah dibohongi oleh orang-orang yang punya kepentingan politik dan uang.

“Aneh, orang Kepulauan Seribu mah biasa-biasa saja. Tapi kenapa orang Jakarta daratan ribut Pak Ahok menistakan agama. Gak ada penistaan agama, kalau ada udah habis oleh orang pulau,” jelas Dewi.

Menurut Dewi dan Hamidah, jika persidangan tetap diteruskan dan mantan Bupati Belitung Timur itu tidak dibebaskan, maka itu dinilai sudah kelewat batas. Sebab telah mengadili orang yang tidak bersalah.

“Jelas sudah kelewatan, orang baik difitnah dan didakwakan menista agama. Persidangan ini persidangan pemesanan kosong,” tandas kedua warga Kepulauan Seribu itu polos.(***)

Most Popular

To Top