Hukum & Kriminal

Mencla Mencle, Kemarin Bilang Duel, Pas Ditangkap Novel Bilang Pelaku Bukan Anggota FPI

Ayonews, Jakarta

Kasus pengeroyokan terhadap kader PDIP Jelambar yang diduga dilakukan anggota FPI disanggah Sekjen Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin. Dia menyebut pelaku pengeroyokan kader PDIP Widodo bukan dari pihaknya.
Padahal sebelumnya, Novel mengtakan inisial I yang dimaksud adalah Muhammad Irfan, Qoid LPI (Laskar Pembela Islam) di Kecamatan Gropet (Grogol Petamburan). Novel sendiri menyebut Irfan merupakan anggota FPI tetapi kini dibantahnya sendiri.

“Tidak ada pengeroyokan yang ada satu lawan satu. Namanya M. Irfan, Qoid LPI (Laskar Pembela Islam) di Kecamatan Gropet (Grogol Petamburan). Ada saksi warga sekitar yang melihatnya,” kata Novel, Sabtu pagi.
Novel mengatakan, perkelahian itu terjadi usai waktu Isya, Jumat (6/1) dan merupakan buntut dari insiden di siang hari saat rombongan calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat melewati tempat berkumpul anggota FPI di Jelambar.

Kini Novel menyebut tidak benar jika ada anggotanya yang melakukan pengeroyokan tersebut. Dia berharap kepolisian melakukan penelusuran agar informasi soal terduga pelaku akurat.

“Yang I itu saya dengar, tapi bukan FPI. Itu informasi salah jika dilakukan anggota FPI, jadi polisi cari data anggota dan kronologis dulu lah, nggak ada anggota FPI,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku dengan inisial I itu terkadang sering duduk bersama dengan anggota FPI. Meskipun dekat dengan anggota FPI lainnya, Novel menegaskan jika I bukan anggotanya.

“Itu informasi salah, emang si inisial I ini sering nongkrong sama FPI, ya sukalah, emang sudah sering nongkrong, tapi bukan anggota kami. Saya juga kagak kenal,” jelasnya

Novel awalnya mendengar kabar pelaku pengeroyokan hanya dilakukan satu orang. Dia memastikan jika inisial I yang diduga sebagai pelaku bukan anggota FPI.

“Saya dapat kabar tadi siang cuma 1 orang itu yang mukul, yang I, kalau yang F saya baru dengar dan belum saya pastikan,” pungkasnya.

Modus yang dilakukan Novel sama saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihadang oleh Herianudin, Ketua FPI Pasar Minggu saat blusukan di Jati Padang pada Jumat (30/12/2016) pagi.

“Herianudin itu bukan lagi Ketua FPI Pasar Minggu. Sudah 3 tahun yang lalulah itu,” kata Novel.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie sebelumnya menyebut dua terduga pelaku pengeroyokan yang berinisial I dan F. Pengeroyokan yang terjadi pada Jumat (6/1) malam diduga berawal dari singgungan saat Djarot berkampanye di Jelambar.

Saat berkampanye, kedua pelaku ini menurut Roycke berteriak-teriak. Widodo yang mendengar langsung menegur keduanya. “Mereka (pelaku) teriak-teriak haram…haram,” imbuh Roycke.

Hingga pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, Widodo yang sedang berada di depan rumahnya didatangi oleh 2 pelaku dan 8 orang lainnya. Para pelaku langsung mengeroyok Widodo hingga babak belur.(***)

Most Popular

To Top