Politik

Berbahaya Melatih FPI Secara Militer, Pangdam Siliwangi Copot Dandim Lebak

Ayonews, Jakarta

Pagelaran pelatihan bela negara TNI dan FPI di Lebak, Banten, tak hanya menuai kontroversi. Tapi juga mencemaskan masyarakat luas.

Beberapa pihak menilai sangat berbahaya bila TNI melatih FPI yang dinilai sebagai gerakan radikal. Bahkan terindikasi mendukung gerakan ISIS.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto mengatakan latihan ini seharusnya sudah memperoleh persetujuan secara hirarkis. Dandim Kolonel Czi Ubaidillah lebih dahulu melapor kepada Danrem dan selanjutnya kepada Pangdam.

“Ditemukan kesalahan prosedur yaitu Dandim tidak berlapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara,” ujar Desi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/1).

Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra pun mengambil tindakan terhadap anak buahnya.

“Pangdam memutuskan memberikan sanksi kepada Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat yang baru,” ungkapnya.

Desi juga menegaskan jika latihan yang dilakukan TNI bersama anggota FPI bukan lah kegiatan militer. Informasi yang dihimpun, latihan TNI kepada anggota FPI diikuti lebih dari 100 orang. Latihan dilakukan di salah satu pesantren di Lebak.(***)

Most Popular

To Top