Hukum

Nelayan Pulau Pramuka: Ahok Tidak Menistakan Agama, Pilkada Besok Pasti Dipilih!

Ayonews, Jakarta
Berawal dari kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dalam rangka sosialisasi budidaya ikan pada September 2016 lalu. Masyarakat  Pulau Pramuka pun antusias menyambut kedatangan Cagub Petahana tersebut.

Meski undangan ditujukan hanya kepada para nelayan budidaya ikan, tak sedikit warga Pulau Pramuka lain hadir. Mereka juga menyaksikan langsung saat pidato Ahok yang terselip ucapan yang belakangan diduga menista agama Islam itu.

Seminggu kemudian, pidato Ahok menyebar di media sosial. Bahkan sempat menjadi viral. Apalagi ada video editan Buni Yani yang memicu amarah umat Islam kepada Ahok. Ribuan umat Islam pun turun ke jalan. Melalui  tiga kali aksi damai, mereka menuntut dugaan penistaan agama dipersidangkan dan Ahok dihukum seadil-adilnya. Ahok pun maju ke meja hijau.

Saat ditelusuri tempat pidato Ahok menuturkan kalimat yang diduga menista agama itu, justru banyak warga setempat yang heran kalau pidato tersebut belakangan menjadi masalah nasional.

Salah satu warga bernama Yono (59) ikut mendengarkan pidato Ahok saat itu.  Pria yang berprofesi sebagai nelayan dan penjual es goyang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (6/1/ 2017), mengaku heran di mana letak penistaan Agama dalam pidato Ahok.
“Saya saat itu datang, mendengar, dan menyaksikan tapi enggak tahu dimana letaknya (kalimat menista agama),” kata Yono.

Tak hanya Yono, temannya bernama Rahmat pun menimpali dengan argumentasi senada. “Mungkin kita enggak ngeh, karena kan emang gaya ngomongnya Pak Ahok sambil humor, jadi selewatan aja,” sahut teman Yono.

“Kalau dibilang ketawa ya emang kita ketawa seperti di video itu,” lanjut Rahmat, nelayan yang juga bekerja sebagai penjual gorengan.

Terkait perkataan saksi sidang kasus dugaan penistaan agama yang juga kader Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin, bahwa masyarakat Pulau Pramuka masih awam Islam, Yono dan Rahmat, tak menampik tudingan Novel.

“Ya mas, kalau dibilang awam ya memang begini kami adanya. Saya pribadi memang tidak terlalu mendalam ilmu agamanya. Bisa juga misalnya ngeh perkataan Pak Ahok itu, mungkin dianggapnya ya sambil lalu aja, karena kita di sini santai saja enggak berpikir kutipan agama dari Pak Ahok berniat menistakan,” kata Yono.

Meski mengaku awam, Yono mengatakan, jika ada tendensi seseorang menistakan Islam, siapa pun tak akan bisa selamat pulang dari Pulau Pramuka.

“Gini, saya dan teman di sini dan kemarin yang turut hadir, betul tidak menyangka apa iya sih Pak Ahok sengaja ngutip ayat dimaksud itu? Karena kalau kita merasakan itu ada (sengaja menista) mungkin sudah dikeroyok sama warga sini, tapi kan faktanya enggak,” tegas Yono sembari melayani anak-anak yang membeli dagangnnya.

Menyinggung Pilkada DKI Jakarta pada Februari 2017, Yono pun blak-blakan siap memilih kembali sang petahana yang kini berstatus terdakwa itu.

“Kenapa malu mas? Saya jujur pro-Ahok. Saya lihat dan rasakan kerjanya. Secara yang saya rasakan, meski bisa dibilang hidup saya ya begini-gini aja, tapi ini bukan salah gubernur,” kata dia.

“Saya lihat kemajuan di birokrasi dan lingkungan tempat tinggal saya di Pulau Pramuka yang semakin baik, dan ke depan pasti wilayah Kepulauan Seribu bisa tambah baik lagi pasti,” sambung bapak enam anak ini.

Yono bahkan bercerita pernah meminjam modal di bank pemerintah untuk sekadar menguji adanya praktik nakal birokrasi pada era kepemimpinan Ahok. Tapi justru dia terkejut, tak satu pun pegawai yang nakal atau berupaya melakukan praktik korupsi.

Pegawai bank pelat merah itu justru menantang balik, jika ada praktik korupsi sebaiknya dilaporkan saja. Hal lain yang buat Yono terkesan, adalah tingkat pengangguran di Pulau Pramuka dirasa berkurang, karena diberdayakan sebagai pembersih pantai dan laut.(***)

Most Popular

To Top