Hukum

Perkarakan Ahok, Novel Ngaku Wakili Umat Islam, Pengacara: Umat Islam Yang Mana….?

Ayonews, Jakarta

Para pengacara yang tergabung dalam Advokat Bhinneka Tunggal Ika mengungkapkan fakta-fakta persidangan ke 4 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan agenda mendengarkan saksi-saksi.

Salah satu saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Novel Chaidir Hasan Bamu’min.

Tim pengacara yang terdiri dari Trimoelja D. Soerjadi, Teguh Samudera, Humphrey R. Djemat, Tommy Sihotang, Fifi Lety Indra, Sirra Prayuna, KPHA Tjandra S.Pradjonggo menilai, kesaksian Novel hanya sentimen dan rasa tidak suka pada Ahok.

“Berdasarkan BAP saksi pada 16 Nopember 2017, saat ditanyakan oleh Majelis Hakim bahwa saksi
melihat video dari whatsapp yang isinya “jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macam – macam itu ..”. Hal tersebut jelas bahwa saksi tidak mengetahui secara jelas dan pasti atas kebenaran isi pidato oleh Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu tersebut karena isi pidato yang disampaikan oleh saksi tidak lengkap,” papar Sirra Prayuna.

Di dalam fakta persidangan pun, lanjut Sirra, terungkap bahwa saksi melakukan laporan sebelum adanya Pendapat dan Sikap Keagamaan dari MUI (yang menurut saksi adalah fatwa).

“Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada saat melakukan pelaporan, saksi hanya menyimpulkan dan berdasarkan asusmsi
pribadi bahwa Ahok telah menistakan agama. Di sini jelas atas sikap ketidaksukaan saksi terhadap Basuki Tjahaja Purnama sedari awal,” papar Sirra.
Seharusnya, lanjut Sirra, sebelum melakukan laporan haruslah melakukan tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu kepada Ahok.

“Di dalam fakta persidangan terungkap bahwa saksi tidak konsisten dalam
menerangkan atas keterangan yang dimaksudkan oleh saksi dalam BAP pada 16 Nopember 2016. Apakah fatwa ataukah sikap dan
pendapat karena mengenai isi dari keterangan saksi di persidangan dengan keterangan dalam BAP tidak
Sesuai,” jelasnya.

Bahkan, anggota tim penasehat Ahok lainnya,Humprey R Djemat sempat menanyakan Novel soal sikapnya terhadap Ahok. Novel mengakui memang telah lebih dulu memilki sikap tidak suka atau benci terhadap Ahok.

“Saksi ini kan pernah dihukum oleh
Pengadilan karena malakukan penghasutan,” ujarnya.

Lucunya lagi, saat Novel ditanya oleh penyidik atas kehendak siapa melaporkan kejadian tersebut, Novel mengatakan bahwa laporan itu atas kehendak umat Islam se – Indonesia.

“Yang jadi pertanyaan, ini mewakili umat Islam yang mana? Karena apabila mewakili pada prinsipnya harus ada surat kuasa terhadap para saksi pelapo. Sedangkan dalam perkara ini tidak ada surat kuasa untuk mewakili siapa. Namun hanya laporan pribadi – pribadi. Dan apabila dikatakan kehendak dan mewakili umat Islam sedangkan OKI sendiri sebagai Organisasi Islam yang Besar tidak mengakui hal tersebut,” paparnya.(***)

Most Popular

To Top