Ekonomi

Jelang Kenaikan Tarif Hingga 300%, Kantor Samsat Disesaki Warga, Sejam Saja Nomor Antrian Habis

Ayonews, Jakarta
Kebijakan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) pada 6 Desember 2016, membuat beberapa kantor Samsat membludak didatangi para wajib pajak.

Peraturan baru yang menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010, dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017 ini memaksa masyarakat pemilik kendaraan berbondong-bondong ke kantor Samsat terdekat.

Seperti yang terjadi di kantor Samsat Polda Metro Jaya pada Selasa pagi (3/1/2017), ribuan masyarakat sudah datang mengantri sejak pukul 06.00 WIB. Bahkan di tempat pendaftaran dan proses balik nama BPKB ini, nomor antrian sudah habis sejak pukul 08.00 WIB. Alhasil banyak warga yang datang kesiangan kecewa.

“Dari rumah berangkat jam 5 tadi. Jam 6 udah di sini,” tutur Nurhayati, warga Cibodas, Tangerang.
Kedatangan Nurhayati untuk melakukan proses balik nama BPKB. Dia sengaja datang pagi hari karena khawatir tak kebagian nomor antrian.

“Pasti lebih banyak orang yang datang. Tanggal 6 nanti kan udah ada kenaikan 300%. Jadi mumpung s belum ada kenaikan, jadi mending sekarang. Lumayan juga selisihnya banyak kalau nanti tanggal 6. Bisa jadi uang belanja,” tutur perempuan yang datang ditemani anaknya yang masih kecil ini.

Arifin (43), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan harus kecewa lantaran tidak kebagian nomor antrian. “Kirain jam 10 masih ada nomor antrian. Mumpung tarif belum naik, jadi mau buru-buru diurus sekarang,” kata Arifin yang berniat akan datang lebih pagi lagi esok hari.

Dalam Peraturan Pemerintah terbaru tarif pengurusan surat kendaraan bermotor untuk roda 2 dan 4 hingga 3 kali lipat. Tarif yang dinaikkan di antaranya adalah pengesahan STNK kendaraan bermotor, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

Tarif biaya pengesahan STNK kendaraan bermotor dalam aturan lama hanya Rp 50 ribu untuk roda 2, roda 3 dan angkutan umum. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016, naik menjadi Rp 100 ribu per penerbitan. Biaya pengesahan STNK kendaraan roda 4 naik menjadi Rp 200 ribu dari awalnya yang cuma Rp 75 ribu.

Selain itu, biaya penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) juga naik hampir 3 kali lipat. Dalam aturan lama, biaya penerbitan BPKB kendaraan roda 2 dan roda 3 hanya Rp 80.000, naik menjadi Rp 225 ribu per penerbitan. Sementara biaya penerbitan BPKB kendaraan roda 4 atau lebih dalam aturan lama hanya Rp 100 ribu, naik jadi Rp 375 ribu per penerbitan.(***)

Most Popular

To Top