Opini

Usai Sidang Perdana Ahok yang Sesungguhnya Tak Perlu

Untuk Saudaraku Andi Analta

*CATATAN PRIBADI SAYA UNTUK ANDA*
:: mumpung kita sama-sama masih bisa menikmatinya ::

Saya sungguh beruntung

Telah diberikan umur dan kesempatan menyaksikan gejolak *ke-indonesia-an* akhir-akhir ini. Walaupun tertatih, kita sedang bangkit berdiri. Untuk segera berlari, menyongsong masa depan yang cerah.

Bangsa yang besar ini sedang *meruwat* dirinya sendiri. Melalui rangkaian cobaan dan ujian yang silih berganti. Menguji kesabaran dan keikhlasan. Bahkan menghadapi yang nakal, kurang ajar, hingga biadab. Saudara-saudara kita sendiri.

Saya percaya kita sedang mensucikan hati, fikiran, dan diri sendiri dari segala noda-noda yang kelam. Kita memang sedang berproses untuk menanggalkan kebodohan yang musyrik. Mengupas habis dan menanggalkan segala kemunafikan yang selama ini menyelimuti. Membebaskan kembali kesadaran berbangsa majemuk yang sempat terpasung.

Percayalah…

Awan tebal yang gelap akan segera menyingkir. Walau mungkin menyisakan sedikit gerimis yang kecil. Sekedar untuk membasuh dahaga persaudaraan kita.

Alam memang sangat memanjakan negeri yang elok ini. Ia tetap bekerja melakoni kuasanya. Tak pernah lelah memunculkan *tunas-tunas* yang menjanjikan harapan dan kesegaran. Meski dari balik reruntuhan puing-puing rapuh yang membusuk.

Biarkan cinta dan kasih kita yang menjaganya. Untuk menepis gejolak nafsu mereka yang kadang membutakan itu. Hingga mereka lelah, pasrah, dan menyerah. Kepada ke-indonesia-an kita.

*Jilal Mardhani*, 13-12-2016, setelah sidang perdana Ahok yang sesungguhnya tak perlu

Most Popular

To Top