Profil

Dulu Pembela Teroris, Kini Muannas Al-Aidid Bela Ahok Mati-matian

SALAH  satu kelompok Pendukung Gubernur Non Aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok tergabung dalam Komunitas Advokat Kotak Badja (KOTAK BADJA). Komunitas yang terdiri dari para advokat muda ini dikenal mati-matian membela Ahok.

Sudah dua langkah hukum yang dilakukan Kotak Badja dalam pembelaannya terhadap Ahok. Di antaranya melaporkan Buni Yani ke polisi setelah memposting penggalan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Yang kedua melaporkan mantan juru bicara Presiden SBY karena cuitannya yang bernada sara dan provokatif ke polisi.

Dari profil di media sosial, sosok advokat Muannas memang tak sekinclong pakar hukum Yusril Ihza Mahendra. Namun, sepak terjangnya di dunia hukum tak bisa dianggap enteng.

Yang menarik, Muannas sebelumnya lebih familiar di kelompok-kelompok pengacara yang tergabung di Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus aksi terorisme pernah ditanganinya. Bahkan, dia juga pernah membela Habib Rizieq Shihab saat peristiwa Monas.

Lalu mengapa Muannas justru sekarang membela Ahok mati-matian? Berikut ungkapan Muannas seperti yang dicopas dari akun Facebooknya.
Banyak yang tanya ke saya, kenapa saya begitu membela ahok mati2an dalam tuduhan penistaan agama ?, 😔

Karena kasus ini saya paham betul, mana yg menistakan dan mana yang tidak. Apa yg saya yakini sebagai kebenaran dan keadilan saat ini, insya Allah tidak akan pernah melunturkan iman islam saya. Lahaulawlaquwatta illahbillahil adzi hil addzim.

Beberapa orang di sosmed yg menghujat dan mencaci maki saya selama ini mereka mencari tahu siapa Muannas Alaidid merasa aneh kok ada orang islam yg bela ahok, Pikirnya he…he…he..he…

Muannas Alaidid memiliki latar belakang di antaranya menghabiskan pendidikannya di Muhammadiyah sejak SMA sampai dengan Perguruan Tinggi. Bahkan semasa kecil pernah belajar di sekolah madrasah Islam YAKA & pernah tercatat sbg Pengurus TPM (TIm Pengacara Muslim) yaitu Tim Advokasi Muslim yg konsen dalam pembelaan umat Islam atas tuduhan di antaranya serangkaian kasus terorisme di indonesia, kasus konflik tempat ibadah, kasus penculikan aktivis-aktivis muslim, yg notabenenya kelompok islam fundamental Radikal yang selama ini, memperjuangkan syariat islam agar menjadi hukum positif. 😉

Muannas pernah tercatat mendampingi ratusan kaum muslimin yg ditangkap dan diadili oleh hukum Indonesia atas sangkaan terorisme berdasarkan jejak digital yg ditelusuri.

Pernah Menjadi Pengacara Abu Bakar Baasyir, Jafar Umar Thalib bahkan Habib Rizieq Shihab dalam insiden Monas bentrokan dengan kelompok Ahmadiyah, Pernah pula Menjadi Kuasa Hukum Terduga Terorisme dalam kasus bom bali 1, bom bali 2, bom marriot, bom kuningan & kelompok2 terkait Noordin M Top dan Dr. Azhari antara lain :

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2011/05/23/50213/tpm-kasus-cibiru-tidak-ada-unsur-terorisme.html

http://m.hizbut-tahrir.or.id/2010/05/09/datangi-mabes-polri-tpm-rombongan-jat-gagal-bertemu-kadensus-88/

http://m.tribunnews.com/nasional/2012/10/06/tpm-sesalkan-pemindahan-baasyir-ke-nusakambangan

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/11/07/21562/tpm-majelis-hakim-belum-merdeka-dalam-mengadili-kasus-terorisme/

https://m.arrahmah.com/read/2012/10/08/23787-pemindahan-ustadz-baasyir-dinilai-melanggar-ham-tpm-akan-datangi-kapolri.html

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/05/08/19155541/densus.88.tangkap.12.orang.di.jakarta

http://archive.kaskus.co.id/thread/4061074/0/tpm-nilai-penangkapan-teroris-di-pejaten-pengalihan-isu

http://kammiftundip.blogspot.com/2010/05/densus-88-diadukan-ke-komnas-ham.html?m=1

http://news.okezone.com/read/2010/05/08/337/330729/berikut-nama-teroris-yang-diamankan-densus-88

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4b9caaf6c2a2b/pengacara-terorisme-saling-tuding-melanggar-etika-advokat

Banyak orang dan kelompok tertentu saat ini dalam kasus ahok mendadak puber religi, merasa lebih Islami, begitu sensitif terhadap kesalahan orang lain dibandingkan kesalahan sendiri yang pernah dibuatnya.

Ironinya penyakit ini banyak menjakiti rekan-rekan pengacara yg terkesan mendadak Islami. Menuding saya gak Islami cuma karen hari ini berseberangan pandangan dgn membela Ahok.

Tapi mereka berdiam diri pura-pura nggak liat ketika ada orang Islam yang terjerat kasus hukum di Indonesia karena nggak bisa bayar, padahal mereka jelas butuh bantuan hukum kita.

Pertanyaamnya kemana mereka saat itu ?

Ironinya mrk yg berlagak Islami adalah pengacara-pengacara komersil dan pasang tarif kumpulkan pundi-pundi kekayaan. Miris !!

Sampai Prof. Yusril Ihza Mhd bilang orang Indonesia itu aneh. Mau menghukum Ahok pake hukum Islam. Tapi giliran pemilu gak ada yg mau pilih partai islam. 😉😉

Gak perlu ditanggapi catatan saya ini, silahkan tanya dalam hati yg munafik itu sebetulnya saya atau mereka ? Bukalah mata kalian, lihat rekam jejak kita masing-masing. Siapa sesunguhnya yg membela islam ? Seperti adagium ‘Tegakkan keadilan walau langit akan runtuh’ begitu pun pandangan saya dalam kasus Ahok.

Sebagai Ketum Kotak Badja yg melaporkan Buniyani saya tahu persis kasus ini dari awal, Transkrip Palsu ‘pecundang’ ini telah berhasil menyesatkan oponi publik dan memelintir ucapan ahok dalam videonya sehingga ahok dianggap menghina Al-Quran.

Bahwa Saya tidak sekedar membela Ahok. Saat ini saya sedang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, Karena ahok jelas didzoilmi secara berjamaah dalam kasus ini krn pada saatnya pengadilan akan membuktikan ucapan ahok disesatkan oleh Buni Yani, dosen dan jurnalis media top lukusan USA yg mencoba cuci tangan setelah tindakannya menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat khususnya Umat Islam.

Dimana dia sudah ditetapkan polri sebagai tersangka. Ibarat orang berantem Ahok dipegangin & dikeroyok lawannya dr berbagai sisi.

Pokoknya Ahok harus dinyatakan Salah. !!!Tinggal tergantung Anda mau ambil peran yg mana dalam adegan yg sangat berhasil memprovokasi umat ini ? 😂😂

Walaupun hanya sendiri saya tetap akan membela Ahok, Membela Ahok juga sesuai ajaran agama saya; ‘ ‘janganlah kebencian kamu terhadap suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil ( QS. Almaidah 8).

Terimakasih. 🙏🏻

Most Popular

To Top