Hukum & Kriminal

Kasus Tukang Bubur Menghadang Kampanye Djarot Disidang Besok di PN Jakarta Barat

Ayonews, Jakarta
Berkas perkara penghadangan kampanye cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah dinyatakan lengkap (P21). Penyidik segera melakukan pelimpahan tahap kedua ke kejaksaan dengan terdakwa Naman S (52), seorang tukang bubur.

Sidang penghadangan kampanye Djarot ini akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl S Parman, pada Selasa, (13/12/2016). Namun demikian, dipastikan Naman tidak akan ditahan.

“Iya besok sidangnya. Itu kan hukumannya alternatif, kurungan atau denda,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Mantovani, Senin (12/12/2016).

Reda mengatakan, selama menjadi tersangka, Naman tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

“Yang bersangkutan juga kooperatif saat dihadirkan tahap kedua oleh penyidik kepolisian ke kejaksaan,” imbuhnya.

Namun Reda tidak bisa memastikan apakah Naman akan datang ke persidangan atau tidak. “Ya kalau tidak datang akan dilakukan upaya paksa, tetapi yang bersangkutan kooperatif kok,” tambahnya.

Naman didakwa atas Pasal 187 ayat (4) Undang-Undang RI No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, karena menghadang Djarot saat melakukan kampanye di Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, beberapa pekan lalu.

Djarot sendiri akan memberikan keterangan di persidangan  Naman. Djarot mengaku tidak ada persiapan khusus untuk persidangan yang akan digelar Selasa (13/12) lusa.

“Persiapan apa, enggak ada lah. Mungkin saya lebih banyak kronologi, cerita dan sebagainya,” ujar Djarot di Panti Asuhan Yayasan Al Mubarokah, Jalan Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Menurut mantan Walikota Blitar ini, pelaporan kasus penghadangan dirinya yang akan berkampanye tidak memiliki niatan negatif. Djarot hanya ingin memberikan efek jera sekaligus pendidikan politik dan demokrasi pada warga. Harapannya, tidak ada lagi penghadangan bagi cagub maupun cawagub manapun di daerah manapun yang bernasib sama dengannya.

“Bagi kami sebetulnya ini bukan apa-apa. Kami hanya ingin memberikan efek jera,” kata Djarot.

“Sebetulnya ini adalah pendidikan, pendidikan politik dan pendidikan demokrasi bagi warga kita. Bagi mereka yang belum tahu supaya lebih mengerti. Juga pendidikan politik dan pendidikan demokrasi yang konkret. Sehingga masing-masing orang mengetahui dan memahami masing-masing hak-haknya,” imbuhnya.

Djarot sendiri mengatakan dirinya akan hadir dalam persidangan tersebut. “Insya Allah saya dateng ya, kita lihat seperti apa,” tutupnya.

Kasus tersebut dilaporkan pada 18 November lalu. Saat itu, Djarot tengah melakukan kampanye di kawasan Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh tim sukses ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Polisi kemudian menetapkan Naman S (52) sebagai tersangkanya.(***)

Most Popular

To Top