Tokoh

Mengenang Almarhum Mar’ie Muhammad, Mr Clean di Era Rezim Korups

Ayonews, Jakarta
Mantan Menteri Keuangan Orde Baru, Mar’ie Muhammad tutup usia.  Jenazah pria yang dikenal sebagai Mr Clean ini dishalatkan di Mesjid Yayasan Al-Azhar. Salat jenazah diikuti kolega dan kerabat, termasuk ketua DKPP Jimly Ashidiqie dan mantan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Setelah prosesi salat jenazah dilaksanakan, AM Fatwa dan Jimly Ashidiqie memberikan sambutan sebelum jenazah diserah terimakan kepada negara untuk prosesi pemakaman militer.

“Beliau akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir meskipun sebenarnya negara telah memfasilitasi untuk dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata. Tapi nasihat almarhum dan kompromi dengan keluarga inginnya di Tanah Kusir, namun upacara militer tetap diadakan.” jelas AM Fatwa mewakili keluarga di Mesjid Yayasan Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/16).

Selain menjelaskan tentang alasan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, AM Fatwa juga sempat bercerita tentang pertemanannya dengan Mar’ie Muhammad. Pada saat itu mereka sama-sama sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam.

“Saya sebaya dengan beliau. Kenal pertama saat ada demonstrasi beliau memimpin massa aksi HMI dari UI dan saya pimpin mahasiswa dari Ciputat,” ucap AM Fatwa.

AM Fatwa juga menuturkan kisah almarhum saat di mesjid Al-Azhar tempatnya disalatkan hari ini. Ia menjelaskan bahwa Mar’ie dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI di mesjid ini.

“Almarhum ini, untuk mesjid Al-Azhar ini adalah saksi kegiatan bersejarah beliau di sini. Saat kongres HMI kita berkemah di sini seperti di Mina. Dan di sini juga beliau terpilih jadi Sekjen PB HMI,” ujar AM Fatwa.

Dia juga menceritakan tentang julukan Mr Clean yang melekat pada almarhum. Bahkan anaknya Mar’ie tidak diperbolehkan menjadi pegawai negeri.

“Kita kenal betul almarhum ini bukan sekedar baik tapi terkenal dengan julukan Mr Clean. Anaknya ini jadi saksi, sampai diwasiatkan ayahnya kalau dia tidak boleh jadi pegawai negeri,” ungkapnya.

Selanjutnya Jimly Ashidiqie yang hadir juga memberi sambutan mewakili Yayasan Al-Azhar. Ia mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian Mar’ie Muhammad untuk selama-lamanya.

“Kita kenal beliau sebagai aktivis, sebagai tokoh yang baik. Saya sebagai pengurus yayasan Al-Azhar, dan beliau pernah jadi pengurus yayasan Al-Azhar maka segenap keluarga besar Al-Azhar merasa kehilangan,” imbuh Jimly.(***)

Most Popular

To Top