Internasional

Duterte Sebut ISIS Targetkan Asia Tenggara, Komisi I DPR: Sudah Masuk Dalam Jaringan Ormas Lho…

Ayonews, Jakarta
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut militan radikal ISIS menargetkan kawasan Asia Tenggara. Duterte menyatakan ISIS akan mendirikan kekhalifahan baru di empat negara, yakni; Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Ini menjadi masalah kita sekarang. ISIS, para ekstremis ini, berjuang untuk bertahan di Aleppo (Suriah) dan Mosul (Irak)… Begitu mereka kehilangan markas, mereka akan mundur ke lautan dan kabur,” ucap Duterte dalam acara yang digelar pada Rabu (7/12) waktu setempat.

“Dan memiliki mimpi mendirikan kerajaan kekhalifahan yang akan meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei,” katanya.

Menanggapi pernyataan Duterte, anggota Komisi I DPR Charles Honoris menilai ISIS sudah memiliki proxy di Indonesia.

“Infiltrasi kelompok ISIS di berbagai jaringan ormas di tanah air sudah jelas menjadi ancaman dan harus mendapatkan perhatian khusus,” ungkap Charles kepada wartawan, Sabtu (10/12/2016).

Charles enggan menyebut ormas yang dianggap menjadi perpanjangan tangan dari ISIS itu. Namun sikap ormas-ormas itu menurutnya sudah sangat jelas keterkaitannya dengan ISIS.

“Mereka sudah mendukung ISIS secara terbuka. Mereka sudah menjadi proxy ISIS di kawasan. Bahkan, ada pentolan ormas yang jelas-jelas membaiat warga untuk menjadi pengikut ISIS,” kata Charles.

Charles meminta pemerintah untuk waspada. Aparat keamanan, juga harus memperhatikan warning dari Duterte.

“Statement Duterte mengenai keinginan ISIS menguasai Filipina dan Indonesia harus membuat aparat keamanan waspada,” kata dia.

“Ancaman jaringan dan ideologi ISIS bukan hanya menyangkut aksi-aksi terorisme saja. Tetapi juga dengan cara mengganggu stabilitas politik nasional dan melalui aksi makar,” imbuh Charles.

Charles mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mudah terhasut dengan berbagai upaya perpecahan. Sebab salah satu bentuk serangan ISIS menurutnya adalah dengan cara agenda terselubung.

“Rakyat Indonesia harus waspada karena kelompok dan ideologi ini tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai. Oleh karena itu, jaringan ini harus segera dimatikan,” terang Charles.(***)

Most Popular

To Top