Pendidikan

Tanamkan Pendidikan Ideologi Pancasila kepada Siswa Sekolah, Bupati Purwakarta Libatkan Purnawirawan TNI/Polri

Ayonews, Purwakarta
Pemkab Purwakarta punya cara jitu untuk menanamkan pendidikan ideologi Pancasila dan kebangsaan serta toleransi; yakni melibatkan perwira TNI dan Polri dalam kegiatan siswa dan siswi sekolah.

Bukan guru biasa yang didatangkan melainkan para praktisi seperti para perwira TNI, Polri, PNS, hingga tokoh-tokoh keagamaan. Praktisi tersebut dinilai memiliki integritas wawasan kebangsaan dan memahami Pancasila.

“Materi ini lebih pada modifikasi pelajaran PPKN di sekolah. Nanti mereka para perwira juga tenaga ahli itu akan mengajarkan bukan hanya teori tapi lebih pada aplikatif,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (6/12/2016).

Menurut Dedi, saat ini generasi yang memiliki ideologi dan rasa toleransi yang kuat hanya tersisa pada rentan usia 40 tahun ke atas. Generasi tersebut masih mendapatkan penguatan ideologi dan toleransi di era Presiden Soekarno dan Soeharto. Sementara di bawah generasi itu tidak lagi memiliki landasan yang kuat.

Karena itu bukan tidak mungkin dalam hitungan kurang dari 20 tahun Indonesia akan semakin terpuruk digempur melalui isu-isu yang kini tengah berkembang.

Dedi mencontohkan, pada era dia sekolah pendidikan ideologi Pancasila dan toleransi tidak hanya didapat melalui teks namun juga praktek. Dari segi teks, anak-anak diharuskan menghafal butir-butir Pancasila, sementara dalam praktek mereka diharuskan terlibat dalam kegiatan gotong-royong.

Bahkan dia berani bertaruh saat ini anak-anak hanya memahami Pancasila dalam bentuk gambar Burung Garuda . Sementara pemahaman mereka terhadap isi Pancasila tidak dimengerti secara utuh.

Saat ini, kata Dedi, penjaga keutuhan bangsa yang secara utuh melakukan screening terhadap ideologi Indonesia hanya jajaran TNI dan Polri.

“Jadi itu salah satu alasan mengapa kita libatkan TNI dan Polri. Teknisnya bukan hanya para perwira tapi bintara yang memiliki interitas pun akan dilibatkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, pendidikan tersebut akan mulai bergulir pada Januari 2017 mendatang. Pasalnya saat ini kurikulum pendidikan tersebut masih dalam tahap ‘modifikasi’ dengan melibatkan pakar dari Universitas Indonesia (UI) dan para perwira TNI dan Polri, juga unsur sipil seperti PNS, guru, dan tokoh agama.

“Kita mulai pendidikan ini dari tingkat SMP dan SMA. Walau pun SMA sudah kewenangan provinsi tapi kita akan coba karena mereka masih anak-anak Purwakarta yang membutuhkan itu,” beber pria yang akrab disapa Kang Dedi ini.

Rencananya pendidikan ‘modifikasi’ tersebut akan diajarkan pada pelajar setiap Senin sejalan dengan program pendidikan di Purwakarta, Senen Ajeg Nusantara.(***)

Most Popular

To Top