Tokoh

Nggak Perlu Baper Jadi Korban Pengkhianatan, Prabowo: Jadilah Pendekar Pembela Kebenaran…

Ayonews, Jakarta
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa pengkhianatan merupakan konsekuensi yang harus dialami dalam kehidupan, terutama dalam dunia politik. Bahkan, mantan Danjen Kopassus ini mengaku sudah sering dikhianati.

“Tidak mungkin menghindari pengkhianatan. Itu salah satu sifat manusia. Tapi saya tidak mungkin berkhianat,” ujar Prabowo dalam wawancara khusus kepada Kompas TV, Senin (28/11/2016).

“Saya sering dikhianati, saya sering dicurangi, saya sering diledek, ‘Ah, Prabowo gampang dibohongi’. Yang penting saya tidak berkhianat, saya tidak curang,” kata dia

Selama  ini, lanjut Prabowo, dirinya memiliki prinsip kepemimpinan dengan memberikan contoh kepada anak buah atau bawahan.

Jika    pemimpin tidak melakukan perbuatan negatif seperti mencuri atau berkhianat, terangnya, tentu bawahannya akan melakukan hal yang sama.

“Saya jalankan hidup pakai nilai-nilai pendekar, membela kebenaran. Bagaimana bisa kalau kita curang, kalau kita berkhianat?” ucapnya.

Menurut Prabowo, menjadi korban pengkhianatan malah akan menjadikan seseorang lebih waspada. Karena itu Prabowo mengaku tidak perlu “baper” atau bawa perasaan ketika menjadi korban pengkhianatan.

“Kalau mau sungguh-sungguh mengabdi, kita harus korban,” jelasnya.

“Pengabdian itu kan pengorbanan. Korban waktu, tenaga, harta, nyawa, apalagi perasaan. Perasaan pribadi harus siap, siap disakiti, siap difitnah, siap dihina,” tandasnya.(***)

Most Popular

To Top