Hikmah

Salahkah Kami Ditakdirkan Bersaudara ?

img-20161106-wa0000

Terlalu banyak fakta bahwa salah satu konflik terbesar kemanusiaan adalah mengatasnamakan agama.

Pertanyaannya :

Apakah agama lebih mulia daripada Manusia?

Apakah Tuhan lebih menyayangi Agama daripada Manusia?

Apakah Tuhan menciptakan manusia untuk membela Agama?

Apakah Tuhan menghendaki agama untuk membantu Manusia agar menjadi manusia yang baik dan benar?

Jika Tuhan menciptakan agama untuk membantu manusia agar menjadi baik dan benar.

Lalu mengapa manusia justru membunuh manusia dengan alasan agama? Dimana letak kebaikan dan kebenarannya?

Dan hal ini menjadi kesimpulan bagi diri kita bahwa baik dan benar tidaknya agama tergantung akhlak manusianya, bukan baik dan benar tidaknya manusia tergantung agamanya.

Yang bisa menangkap kerelaan terhadap sebuah pemberian, hanya yang memiliki kerelaan untuk ikhlas dalam penerimaan.

Yang bisa menangkap kerelaan kepada sebuah penerimaan, hanya yang memiliki kerelaan untuk ikhlas dalam pemberian.

Agama bukanlah sumber kebenaran. Sumber kebenaran terdapat di dalam diri manusia itu sendiri. manusia yang mempunyai sifat luhur dan mulia.

Agama hanya menunjukkan dimana letaknya sumber kebenaran itu yang berada di dalam diri manusia.

Tuhan menurunkan agama agar manusia mencapai kebenaran, bukan menurunkan agama untuk menilai manusia dengan kebenarannya.

Tuhan menurunkan agama agar manusia mampu mencapai kebenaran sejati, bukan menurunkan agama untuk menilai manusia lainnya.

Agama tidak akan ada tanpa manusia. Namun manusia tetap akan ada tanpa agama.Artinya manusia adalah subyek, agama adalah Obyek.

Untuk apa Obyek dibela jika Subyeknya dihilangkan?

Jika semua manusia punah karena perang demi agama, pasti agama tidak akan ada lagi di dunia. Karena sudah tidak ada manusianya.

Sudah menjadi sunnatullah di alam ini dengan segala perbedaan, bahkan anak kembar pun secara fisik bisa sama tapi sifatnya bisa berbeda. Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk sama seperti kita, karena hal itu mustahil, oleh sebab itu janganlah kita selalu mencari perbedaan yang ada karena semuanya pasti berbeda, tapi carilah persamaan yang ada.

Kita sama-sama sebagai manusia yang sama di bumi yang sama dan di atas kita ada langit yang sama.

Jangan menilai agama lebih tinggi nilainya daripada menilai manusianya sendiri. Dan jangan menganggap membela agama lebih baik daripada menjaga “nama baik” Tuhan itu sendiri. Tuhan mencintai seluruh manusia, bukan mencintai agama.

Tuhan menciptakan kemajemukan untuk mengenal agamaNya.

Buah pemahaman agama adalah perilaku yang menyatu dengan kehendakNya, bukan menyatu dengan kehendak akal dan nafsu, yang cenderung merusak alam.

Puncak ajaran agama adalah kesadaran sejati dan cinta yang menghubungkan setiap manusia dengan manusia yang lainnya tanpa melihat agama, ras, dan suku bangsanya.

Tiada akan ada kehidupan, Tanpa cinta dan kasih sayang

Sebab berlangsungnya perasaan dengan cinta kasih ia berlambang..

Wallahu a’lam

hamba Allah,

#SatuLangitSatuBumi

Most Popular

To Top