Ibukota

2 Tahun Menjabat Gubernur, Lebih dari 40 Prestasi Sukses Dicapai Ahok

Ayonews, Jakarta

Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta ditantang untuk melakukan kontrak politik dengan warga Ibu Kota. Tantangan ini juga ditujukan pada cagub petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bukan Ahok menolak kontrak politik. Namun ia mempersilakan masyarakat membaca visi, misi dan program kerjanya. Menurutnya visi, misi dan program kerja yang dia susun sudah sangat jelas dan rinci.

Bahkan Ahok mengungkapkan, tidak ada pesaing yang memiliki program yang rinci seperti yang telah mereka paparkan. Dia melanjutkan, nantinya jika terpilih kembali untuk menduduki kursi DKI 1, warga dapat menagih dan menuntut kontrak politik melalui program yang dijalankan.

“Kamu bisa lihat dan kamu bisa nuntut kami dari program. Makanya yang lain-lain (bakal cagub-cawagub DKI) kan enggak berani nulis program begitu terperinci. Coba kamu baca aja visi, misi dari calon yang paling terperinci siapa? Itu lebih dari kontrak, bukan cuma ngomong,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin
(17/10/2016).

Salah satu visi dan misinya soal tersedianya tempat tinggal. Kandidat yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golongan Karya (Golkar) ini membagi empat kategori terkait masalah rumah tinggal.

Pertama, untuk warga yang berpenghasilan di bawah Rp 3 juta, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok menyediakan rumah susun sewa bersubsidi.

“Kalau untuk orang dengan gaji Rp 3 juta, kita bangun 1 rusun (rumah susun), bisa 36 meter persegi. Itu (harganya) Rp 200-250 juta. Mampu enggak orang dengan gaji Rp 3 juta bayar cicil Rp 200 juta? Tanpa bunga saja tidak sanggup kok. Belum lagi untuk pemeliharaan. Makanya kami mau buat satu model yang kami subsidi habis, 80 persen lebih. Di situ anaknya dapat KJP (Kartu Jakarta Pintar), naik bus gratis, ada dokter macam-macam, dan hanya bayar Rp 5-15 ribu,” begitu kata Ahok.

Kategori Kedua, Pemprov DKI Jakarta menyediakan rumah susun dengan harga murah, seharga sewa kos-kosan. Rusun ini akan dibangun dekat dengan terminal atau stasiun LRT maupun MRT.

“Ini yang harga kos. Ini orang enggak mampu cicil juga. Tapi dia selama kos. Tapi dia mampu cicil rumah karena uangnya sudah habis cicil rumah di pinggiran. Kami mau hemat dia waktu,” katanya.

Kategori ketiga, yakni untuk warga berpenghasilan di atas Rp 10 juta. Pemprov DKI akan menyediakan unit rusun untuk dicicil. “Kalau gaji sudah di atas Rp 10 juta, mampu dia cicil. Asal tanah enggak dihitung harganya. Makanya yang ketiga ini, kami lakukan, tanah tidak dihitung tapi dengan catatan, dia tidak boleh jual ke orang lain. Setelah 20-30 tahun, harus jual lagi ke Pemda. Harga NJOP,” jelas Ahok.

Kategori keempat, bagi pemilik tanah di Jakarta, Pemprov DKI akan mengajak bekerjasama. Nantinya di atas tanah warga itu, Pemprov DKI akan membangun apartemen. Di bidang pendidikan Ahok-Djarot berjanji akan menjamin akses pendidikan untuk seluruh warga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta agar setara dengan kota-kota maju di dunia.

Melalui program KJP, Ahok dan Djarot akan mempertahankan angka putus sekolah di bawah 0.5% untuk SMA dan 0.1% untuk SMP dan SD; dan angka partisipasi murni wajib belajar 12 tahun akan ditingkatkan dari angka di bawah 60% hingga 90%. Ahok-Djarot juga berjanji akan membayarkan Pemberian tunjangan (TKD) guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik yang berbasis kinerja untuk memberi insentif bagi tenaga pendidik yang berkualitas.

Duet ini juga berjanji akan memberikan bantuan pendidikan perguruan tinggi bagi siswa-siswi tidak mampu untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

Di bidang ekonomi, pasangan Ahok-Djarot berjanji akan meningkatkan peran BUMD dalam mendukung ekonomi daerah dan mempercepat program pembangunan prioritas di bidang ketahanan pangan, penyediaan hunian layak, infrastruktur, dan transportasi. Mereka juga akan menjamin ketersediaan 9 bahan pokok di lokasi dan dengan harga yang terjangkau bagi warga dengan mendorong peranan BUMD memotong rantai distribusi yang panjang, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Pasar oleh BUMD di lokasi padat penduduk secara rutin.

Soal program-program ini, Ahok meminta warga menuntut jika tak dilaksanakan.

Sementara ini sudah banyak prestasi yang telah diperbuat Ahok selama jadi gubernur. Berikut 40 prestasi Ahok:

1. MRT, LRT (terlambat 24 tahun, Gub2 sebelumnya tidak ada yang berani mengeksekusi program ini)
2. KJP (tertata dengan baik sehingga program tepat sasaran dan tidak ada yang bisa memanfaatkan untuk kepentingan pribadi)
3. KJS/BPJS (sama seperti KJP)
4. Bank DKI maju
5. Waduk/sungai/kali dikeruk dan dibersihkan (waduk Pluit, tolong tambahkan bagi yang ingat)
6. Pemasangan sheet pile (dinding turap) disemua sungai/danau/waduk.
7. Pembangunan jalan inspeksi di sepanjang kali/sungai
8. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
9. Reformasi Birokrasi di tubuh Pemprov DKI
10. Mental PNS diperbaiki menjadi lebih rajin dan tidak malas2an sewaktu melayani warga
11. Pembangunan 150 lebih RPTRA
12. Pembangunan 70.000 unit rusun
13. Pasukan Oranye/Biru/Hijau
14. Jalan2 di Jakarta lebih bersih dibanding jaman gub2 terdahulu
15. Create E-Budgeting dan templatenya yang sekarang dipakai oleh semua instansi pemerintah pusat dan daerah.
16. Monas dibersihkan tanpa biaya, dirawat dan dikelola lebih professional sekarang
17. PKL ditata, dibina dan dibiayai supaya lebih bersih, teratur dan tertib.
18. Tanah Abang, Kota Tua dirawat dan dipercantik.
19. Pembangunan Taman-taman CSR sumbangan dari berbagai perusahaan
20. Kalijodo tertib dan akan menjadi taman kota
21. Gedung-gedung sekolah dibangun dan diperbaharui.
22. Transjakarta lebih bersih, tepat waktu dan professional. Bus-bus nya diperbaharui dengan bus2 merek terkenal dan bagus
(Scania, Mercedez, dll).
23. Bus2 zombie dari berbagai angkot ditertibkan
24. Jakarta Smart City, Qlue dan Crop (warga bisa melihat semua kegiatan Pemprov DKI, menyampaikan keluhan, CCTV, dll)
25. Warga sekarang bisa menyampaikan segala keluhan langsung ke Pak Gubernur
26. Pembangunan 6000 CCTV
27. Relokasi warga kurang mampu dari tempat yang tidak layak huni (bantaran kali) ke tempat yang layak huni (rusun)
28. Pemberian fasilitas gratis (antar jemput sekolah, puskesmas, dll) ke semua warga rusun
29. Meniadakan PBB dan memperkecil pajak untuk masyarakat bawah
30. Semanggi Inter Change untuk mengurangi kemacetan di daerah semanggi
31. Membuatkan rusun bagi anggota Polri/TNI dan keluarganya
32. Membangun stadion international baru BMW untuk membantu persepak bolaan Jakarta
33. Gubernur yang berani mengeksekusi program dan bukan sekedar wacana melulu
34. Dan yang paling penting, anggota DPRD dan SKPD DKI tidak berani korupsi
35. Kantor2 kelurahan fisik n penampilan sdh jadi bagus dgn pelayanan spt di bank.
36. Tidak ada pungutan apapun di kelurahan n kecamatan utk pengurusan e-ktp, ijin domisili usaha, surat ket. lain2.
37. RT tdk lg minta pungutan2 diluar keamanan
38. Lurah tdk pernah lg mengedarkan surat minta sumbangan utk acara2 tertentu
39. Mafia kav kuburan diberangus
40. Dan masih banyak lagi…

Most Popular

To Top