Pilgub

Timses Anies-Sandi: Ucapan Ahok Soal Al-Maidah Sulit Dipahami oleh Orang yang Belum Pandai Baca Al-Quran

Ayonews,Jakarta

Sekretaris Tim Pemenangan pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Syarief, meminta agar semua pihak menghentikan polemik ucapan cagub petahana Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok soal Al Maidah ayat 51.

Dalam pertemuan dengan masyarakat Kepulauan Seribu, mengutip Al Maidah ayat 51. “…Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, ‘karena saya takut masuk neraka’, dibodohin gitu ya”.
Menurut Syarief, tidak ada yang perlu dipermasalahkan terkait ucapan mantan Bupati Belitung Timur itu.

Syarif mengatakan, orang bisa paham dan bisa membaca Al Quran mengerti kalau ucapan Ahok ersebut tidak perlu dipersoalkan.

“Sudahlah akhiri polemik soal Al Maidah. Pak Nasrullah (anggota Bawaslu) biasa saja. Saya juga biasa saja melihat statement Pak Ahok mengenai Almaidah ayat satu, Biasa saja karena kira orang mengerti dan paham. Yang enggak biasa di bawahnya. Itu yang harus di mengerti, kita harus memahami perasaan yang di bawah,” kata Syarief di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Ditegaskan Syarif, ucapan Ahok tersebut memang akan sulit dipahami oleh orang yang belum pandai membaca Al Quran.

Syarif mengajak semua elemen masyarakat agar menjaga ritme Pilkada dan tidak menyulut masyarakat yang belum mengerti.

“Kita sih asyik, udah iqro udah bisa baca Quran. Hapal mungkin sebagian. Tapi ada orang baru bisa baca iqro satu. Baca statement Pak Ahok di pulau seribu kan jadi beda. Itu yang saya katakan ayolah empati terhadap rakyat bawah. yang belum mengerti ada yang sudah mengerti,” kata Syarief.

Syarief mengatakan seluruh pihak yang tergabung dalam pemenangan Anies-Sandiaga sudah diminta untuk tidak mengomentari pernyataan Ahok terkait Almaidah termasuk pasangan Anies-Sandiaga itu sendiri.

Sebelumnya, ucapan Ahok tersebut oleh sebagian kalangan dinilai melecehkan dan menistakan salah satu agama tertetu di Indonesia.
Ahok sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan video ucapan dia di Kepulauan Seribu telah disulih (edit) sehingga mengaburkan kalimat yang sesungguhnya.(***)

Most Popular

To Top