Gaya Hidup

Alasan Mengapa Tidak Boleh Terlalu Sering Memarahi Anak

Ayonews, Jakarta

  1. Sulit membuka diri

Anak yang cenderung menutup dirinya tentu tidak memiliki komunikasi dua arah yang lancar dengan orangtuanya. Ia bisa jadi cenderung merasa selalu terpojok dan bersalah. Alhasil, kepercayaan diri hilang dan sikap ini terbawa ketika ia bergaul di dunia luar. Karena itu, ciptakanlah kondisi yang kondusif di dalam rumah agar anak mampu ‘tampil’ lebih aktif, terbuka dan percaya diri ketika berada di tengah komunitasnya, di luar rumah.

  1. Menjadi lebih temperamen

Orang tua yang mengajarkan anak-anaknya menjadi seorang yang lemah lembut atau semacamnya, itu tidak berawal dari orang tua yang memberikan sebuah contoh, apakah orang tua mereka memberikan contoh yang cukup sabar atau yang cukup payah. Untuk itu sebisa mungkin jika terdaat suatu keadaan terburuk menima Anda mengusahakan ekspresi wajah

  1. Tidak peduli

Karena seringkali mengalami atau menahan rasa sakit di hatinya, secara otomatis anak menjadi pribadi yang cuek dengan sekitar. Suatu perasaan akan terbentuk di dalam pikirannya–bahwa “orangtuaku saja tidak menyayangiku, apalagi orang lain.” Selain itu ia juga punya perasaan takut, jika orang lain pun menyakiti hatinya. Dengan demikian, ia berkesimpulan bahwa dirinya merasa lebih baik jika sendiri dan tidak berinteraksi dengan siapapun.

  1. Memberontak

Terlalu sering memarahi atau memperlakukan anak dengan keras akan menjadi cermin bagi anak ketika ia bertingkah laku. Ketika ia tidak suka dengan apa yang ia hadapi di luar rumah, maka ia pun akan melakukan penolakan keras–entah itu secara verbal ataupun lewat sikap/gestur. Begitu juga ketika ia mendapatkan perintah dari Anda. Jangan harap bahwa ia akan semakin lunak dan langsung menuruti orangtuanya.

Jika tidak ingin semua karakter di atas tertanam di dalam diri anak-anak kita, sebagai orangtua kita patut memberikan contoh dan teladan yang baik untuk mereka. Menciptakan suasana yang hangat di rumah dan penuh dengan kasih sayang adalah bekal paling utama dalam membentuk karakter baik pada anak-anak kita. (NA)

 

Sumber : keluarga.com

Most Popular

To Top