Hukum & Kriminal

3 Temannya Dipukuli, Ratusan Ojek Online Serbu Depok Town Square

Ayonews, Jakarta

Polisi masih menyelidiki perselisihan antara pengemudi ojek online dan warga di sekitar Depok Town Square, Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2016). Polisi juga belum bisa memastikan apakah ada korban dalam kejadian tersebut.

“Itu kejadian yang tadi sore ini kan dilidik berapa korban atau apa,” ujar Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan Harry, Sabtu malam.

Namun demikian, Harry mengakui kalau polisi memang mendapat informasi ada yang dipukuli dalam kejadian tersebut. Namun, dia masih harus memastikannya.

“Katanya ada yang kena pukul. Ini masih katanya ya. Nanti kita masih periksa di lapangan,” ucapnya.

Setelah pengemudi ojek online dan warga berhasil dibubarkan pada Sabtu petang, beredar foto dan informasi yang menyebutkan adanya keramaian pengemudi ojek online yang berkumpul di belakang Depok Town Square, dekat Stasiun Pondok Cina. Mereka menggunakan jaket khas perusahaan ojek online tersebut.

Saat dikonfirmasi, Harry menyebut dirinya juga mendapat kabar terjadi aksi pukul-memukul di sana. Namun, saat dia datang ke lokasi, aksi pemukulan itu tidak ada. Pada pukul 21.30, dia pun memastikan tidak ada massa yang berkumpul di sekitar lokasi tesebut.

“Tadi rame-rame katanya pukul-pukul ternyata enggak ada. Udah enggak ada (massa) sekarang,” ucap Harry.

Harry menuturkan, perselisihan melibatkan komunitas ojek online dengan kelompok yang mengaku sebagai warga setempat. Namun, polisi masih mendalaminya.

“Kita masih lidik ya. Ini komunitasnya ojek online dengan yang mengaku warga di Depok. Ini masih kita dalami,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dengan warga pada Sabtu siang. Kejadian tersebut membuat ruas jalan di Margonda mengalami kemacetan.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, keributan itu bermula ketika pukul 16.20 WIB di depan Depok Town Square (Detos) di Jl. Margonda Raya, Pondokcina, Depok telah terjadi perselisihan antara pengemudi ojek online dengan pemuda yang diduga dari Indonesia Timur pimpinan H. Amir.

Dalam kejadian itu 3 ojeker menjadi korban. Mereka adalah
Herry (Pengemudi Gojeg), Tirta (Pengemudi Grab Bike) dan
Syahroni (Pengemudi Grab).

Korban Herry mengungkapkan, saat itu ia melintas depan Detos hendak menjemput penumpang. Saat itulah ia dipukul di bagian punggung belakannya oleh orang yang tidak dikenal.
“Tapi saya kenal pelaku. Melihat kondisi mengancam, saya membatalkan pemesanan ojek online,” katanya.

Melihat rekannya sesama ojeker online terancam, teman-teman Herry mengadu pada ojeker lainnnya. Spontan sesama pengemudi ojek online kemudian beramai ramai mendatangi tempat tinggal kelompok penyerang di samping Detos.

Situasi dapat ditenangkan dengan kehadiran Kapolresta Depok, Kapolsek Beji dan para Pejabat Polresta Depok lainnya. Para korban kemudian dibawa ke Mapolresta Depok guna penanganan lebih lanjut.(***)

Most Popular

To Top