Hukum

Larangan Pada Gloria Paskibraka Ikut Kibarkan Bendera di Istana Negara Terlalu Berlebihan

Ayonews, Jakarta 

Larangan terhadap Gloria Natapradja anggota Paskibraka untuk ikut mengibarkan bendera saat upacara 17 Agustus di istana negara dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya, gadis keturunan Perancis ini masih berusia 16 tahun.

Seusai UU, Gloria bisa memegang dua kewarganegaraan. Jadi, ketika panitia Paskibraka menyoal status kewarganegaraan Gloria dinilai terlalu berlebihan.

“Anak di bawah 18 tahun, hasil perkawinan/hubungan campuran berhak berkewarganegaan ganda menurut UU No 12/2006,” kata ahli hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, Senin (15/8/2016).

Setelah melewati usia itu, lanjut Feri, baru diminta memilih negara mana, Indonesia atau yang lain.

Feri juga mengungkapkan perihal aturan Paskibraka bersandar pada Peraturan Menpora dan UU Kewarganegaraan. Menurutnya, untuk urusan Paskibraka terlalu kaku, padahal anak ini sudah lolos masuk sampai tahap nasional. Tapi kerja kerasnya malah dipupuskan mereka yang mengaku bersandar pada aturan.

“Jadi kalau ada anak campuran yang jadi Paskibraka dilarang itu berlebihan,” urai dia.

Lagipula, lanjutnya, kalau hanya bersandar aturan Menpora Paskibraka harus WNI, hal itu kalau dengan UU Administrasi Kependudukan.

“Jadi sebenarnya ini nggak ada masalah, menteri saja yang jelas-jelas harus WNI, tapi berpaspor AS bisa jadi menteri,” tutup dia. (***)

Most Popular

To Top