Nasional

Jayapura Mencekam, Aksi Massa KNPB Bakar Lapak Jualan & Tebang Pohon

Ayonews, Jayapura 

Ruas Jalan Waena, Abepura, Kota Jayapura, Papua, mencekam. Asap hitam membubung ke udara sepanjang satu kilometer dari Perumnas 3 Waena hingga di depan Asrama Mimika di pertigaan ke arah Perumnas I dan Perumnas IV Waena.

Tak hanya ban bekas yang dibakar, massa juga mencabut pohon-pohon dan memalang jalan dengan pohon itu. Lapak-lapak berjualan yang terbuat dari kayu diduga dibakar. Para pelakunya dari kelompok organisasi pro-kemerdekaan Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Serasa habis kerusuhan, semua bau asap dan api. Jalanan juga menjadi hitam. Sisa-sisa pembakaran masih terletak di sisi kanan dan kiri jalan raya di Waena. Mengerikan juga aksi ini,” ucap Maria, salah satu warga di Perumnas II Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (15/8/2016).

Lapak-lapak pedagang di pinggir jalan itu biasanya digunakan untuk berjualan gorengan dan pinang siri. Tiga lapak yang dibakar di depan Rumah Sakit Dian Harapan, Waena, biasa digunakan oleh mama penjual pinang menjajakan dagangannya habis terbakar.

Aksi anarki oleh sekitar 50 orang yang tergabung dalam KNPB di sepanjang Jalan Waena membuat toko dan aktivitas warga menjadi lumpuh. Sejumlah sekolah yang berada di sepanjang ruas jalan itu, bahkan memilih memulangkan siswa-siswinya lebih awal.

“Kami sudah harus pulang, tetapi ada peringatan dari kepala sekolah, tak bisa keluar dari kompleks sekolah ini, sebab ada demonstrasi,” tutur Anwar, salah satu murid kelas 7 di SMP 11 Perumnas III Waena.

Tak hanya itu, orangtua siswa SD Yapis, Perumnas I Waena juga langsung menjemput anak mereka masing-masing. “Untung anak saya bisa lolos dari demo tadi. Mereka sudah memalang jalur ke Perumnas I,” ujar Ati, usai menjemput sang anak.

Polisi juga sempat memblokade jalan ke arah Waena dan Perumnas III. Sebab, belasan aktivis KNPB masih memaksa untuk turun ke jalan dari Waena ke arah Kantor DPR Papua yang letaknya sekitar 15 kilometer.

Akibatnya, angkutan umum pun tak berani mengoperasikan kendaraannya, khususnya ke daerah Waena. “Kami jalan kaki dari SMP Paulus Abepura ke Perumnas III, karena tak ada kendaraan. Semoga kejadian hari ini tak pernah terjadi lagi,” kata Ivan, pelajar SMP Paulus Abepura yang harus berjalan kaki sekitar tujuh km ke rumahnya di Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Papua.(***)

Most Popular

To Top