Korupsi

Tahun 67 Koen Suami Toeti Umurnya 17 Tahun, Nggak Mungkin Bisa Beli Lahan Cengkareng

Ayonews, Jakarta

Mantan  sekretaris Kelurahan Cengkareng Barat Jufrianto Amin mengungkapkan, Toeti Belajar Soekarno yang disebut sebagai pemilik sertifikat atas lahan seluas 4,6 hektar di Cengkareng tak pernah ada di data kelurahan. Jufri pernah mengecek data-data di kelurahan,  tak pernah ada data pembelian atas lahan itu dengan nama Toeti atau suaminya Koen.

Pemprov DKI diketahui membeli lahan 4,6 hektar dari Toeti seharga Rp 600 miluar lebih. Belakangan di hasil audit BPK, lahan yang dibeli Dinas Perumahan itu ternyata milik Dinas Perikanan DKI.

“Tanah itu dari tahun ’65, itu tanah masyarakat itu ada beberapa girik punya masyarakat memang. Tahun ’67 itu beberapa masyarakat menjual ke Dinas Pertanian Rakyat. Di data saya saya itu tidak ada satupun yang menyebutkan tanah itu milik Koen alias suami Toeti sebanyak yang dijual itu,” jelas Jufri di Jakarta Barat, Sabtu (2/7/2016).

Selidik punya selidik, lanjut Jufri, Koen pernah mengklaim membeli tanah itu dari keluarga Ahya. Jufri, kemudian mendatangi keluarga Ahya dan melakukan pengecekan.

“Mereka tidak pernah mengakui pernah menjual tanah itu ke Koen atau istrinya Toeti, mereka bilang mereka hanya jual ke Dinas Pertanian waktu itu tahun ’67,” tegas dia.

Jufri tak tahu bagaimana tiba-tiba keluarga Toeti bisa memiliki girik. Dengan menghitung umur Koen, suami Toeti pada tahun 1967 usianya  baru 17 tahun.

“Masa saat itu ada orang umur 17 tahun bisa beli tanah sekian hektar dan jaman ’67 itu kan saatnya PKI kan mana sempet orang beli tanah pas masa politik. Dari sini nggak masuk akal Koen bisa punya tanah di sana,” urai dia.

“Kita liat usia berapa Pak Koen pas beli tanah dan situasi politik saat itu. Saya lihat lihat memang nggak ada nama dia beli tanah itu saya punya data lengkap yang punya tanah-tanah itu, ada Ahya bin Arsad ada Tan Baba, ya ada banyak yang punya. Jadi nggak ada dan datanya Bu Toeti itu sangat meragukan,” tegas dia.(***)

Most Popular

To Top