Korupsi

DKI Beli Lahan Sendiri, Mafia Tanah & Orang Dalam Pemainnya

Ayonews, Jakarta 

Dalam kasus pembelian tanah Cengkareng buat Rusun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menuding ada mafia yang bermain. Dikatakan Djarot, sudah jelas lahan 4,6 hektar itu milik Dinas Kelautan DKI, tetapi malah dibeli dari pihak ketiga oleh Dinas Perumahan Rp 668 miliar.

“Hasil temuan BPK, iya, ada kerugian negara. Dan seperti yang diberitakan bahwa  lahan itu sebetulnya dikuasai, dimiliki oleh Dinas Kelautan. Artinya, kita membeli lahan kita sendiri. Karena keteledoran kecerobohan,” jelas Djarot di Stasiun Senen, Jakarta, Sabtu (2/7/2016).

Menurut Djarot, padahal lahan itu sudah lama dimanfaatkan sebagai lokasi pembibitan. Tapi malah tiba-tiba dibeli dari pihak ketiga ratusan miliar dengan dana APBD DKI. Tanah itu dibeli Dinas Perumahan DKI dari seorang warga Bandung bernama Toeti dengan harga Rp 668 miliar pada November 2015. Toeti memiliki sertifikat lahan itu yang diterbitkan BPN Jakbar pada 2014.

“Itu keteledoran yang keterlaluan. Ini keteledoran yang disengaja. Sehingga ditengarai itu ada permainan, yang memanfaatkan peluang, yang dimana kebijakan Pemprov itu memperbanyak ruang terbuka hijau dengan cara membeli lahan, dimanfaatkan. Kalau yang namanya mafia seperti ini, otomatis tidak hanya melibatkan orang luar, orang dalam pasti ikut terlibat. Karena data data itu dari dalam,” jelas dia.

Menurut Djarot, saat ini pihaknya dan BPK, Bareskrim dan KPK sedang menginvestigasi  “Siapa pun yang terlibat dihukum, karena proses seperti ini sering kali terjadi di DKI,” tegasnya. (***)

Most Popular

To Top