Hukum & Kriminal

Selama 6 Tahun, Restoran-restoran Jepang di Jakarta Pasok Bahan Makanan Kadaluarsa dari Gudang ini

Ayonews, Jakarta
Jangan sembarangan makan di restoran Jepang di Jakarta. Pasalnya, Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, mengungkap sindikat penjual bahan makanan kadaluarsa yang dijual ke restoran-restoran Jepang, baik di mall-mall atau restoran Jepang biasa.

Terkuaknya sindikat ini bermula ketika polisi menggerebek sebuah gudang dan mengamankan ratusan kilogram makanan olahan hasil laut yang sudah kedaluwarsa di daerah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan delapan pekerja serta pemilik gudang, yaitu AS. Dalam kesaksiannya, A, seorang karyawan, mengatakan, ia bersama tujuh orang karyawan lainnya setiap hari mengganti seluruh label barang yang sudah kedaluwarsa dengan tanggal yang baru.

A yang bertugas sebagai pengantar barang, menyebutkan, setiap hari dirinya mengantarkan pasokan barang ke sebuah jaringan restoran Jepang yang ada di mall-mall ternama di Jabodetabek.

“Setiap hari (dikirim) ke restoran di Jabodetabek, dan pasti juga dikirim ke mall-mall gede,” kata A di gudang penyimpanan di Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/6/2016).

Menurut A, tidak semua barang diimpor dari luar negeri. Beberapa barang seperti beras atau bahan pokok lainnya didatangkan daerah lain, salah satunya dari Pontianak. Namun kemasannya kemudian diganti sehingga seakan-akan barang-barang itu adalah barang impor.

Dia mengaku tidak semua barang yang dijual pemilik toko merupakan barang kedaluwarsa.

Namun demikian, A mengatakan, harga barang yang dijual pihaknya lebih murah dibanding harga pasaran. Itulah sebabnya mereka memiliki banyak pelanggan.

“Kalau soal harga pasti lebih murahlah, pelanggankan kalau melihat barang lebih murah dibanding toko lain pasti langsung mau. Mereka juga tidak curiga,” kata A.

A dan tujuh temannya digerebek polisi di sebuah gudang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat lalu. Gudang itu berada sekitar 250-300 meter dari jalan raya.

Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa AS, sebagai pemilik gudang, sudah menjalankan usaha tersebut sejak enam tahun lalu.(***)

Most Popular

To Top