Ibukota

Hari ini 247 Pengendara Penerobos Jalur Busway Didenda 500 Ribu

Ayonews, Jakarta
Meski sudah ada sosialisasi peringatan bakal didenda maksimal sampai 500 ribu, di hari pertama penindakan tilang dengan slip biru masih banyak penerobos di sejumlah jalur busway.

Hari ini tercatat ada 247 pengendara yang ditilang dengan slip biru yang artinya harus membayar denda maksimal ke bank sebesar Rp 500 ribu.

“Jumlah kurang lebih 274 tilang biru yang kota berikan ke pelanggar. Semua penerobos busway yang terjaring kita berikan tilang slip biru,” ujar Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Senin (13/5/2016).

247 pelanggar yang ditilang itu menerobos busway di Koridor 1 (rute Blok M-Kota), koridor 3 (rute Kalideres-Pasar Baru), koridor 4 (rute Pulogadung-Dukuh Atas), koridor 5 (rute Ancol-Kampung Melayu), koridor 6 (rute Dukuh Atas 2-Ragunan) dan koridor 9 (rute Pluit-Pinang Ranti).

Dari 247 pelanggar yang ditilang, lanjut Budiyanto, mayoritas adalah pemotor. Kemudian disusul oleh pengguna mobil pribadi dan angkutan umum.

Budiyanto mengatakan, penilangan dengan tilang slip biru dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap para penerobos busway. Dia berharap, dengan diterapkannya denda maksimal Rp 500 ribu, pengendara akan berpikir ulang untuk menerobos jalur busway.

Tujuan sterilisasi jalur busway ini untuk mengembalikan fungsi jalur busway agar dipakai khusus oleh bus TransJakarta, sehingga tidak lagi mengalami keterlambatan karena banyak diserobot pengendara kendaraan pribadi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta polisi agar menindak tegas penerobos busway. Ahok meminta agar petugas mengenakan slip tilang warna biru atau denda Rp 500.000 kepada pelanggar.

“Ya pasti ada tilang biru, saya minta polisi. Dan kita juga usahakan anda enggak bisa masuk. Makanya kita pasang penjaga,” kata Ahok di Balai KOta DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2016).

Ahok juga meminta agar kepolisian tidak menggunakan hak deskresi di busway. Kecuali untuk hal-hal yang mendesak, seperti mobil ambulans maupun mobil pemadam kebakaran.

Untuk penerapan sterilisasi busway, Ahok mengaku, akan menerapkan pada koridor yang lalu lintasnya padat dan rawan penerobos jalur khusus tersebut.

“Sementara koridor yang padat dahulu. Kalau mau seluruh koridor saling terkoneksi,” tukasnya.(***)

Most Popular

To Top