Ibukota

Wah, Pesen Pemakaman Pakai Sistem Online Kayak Pesen Tempat di Bioskop

Ayonews, Jakarta
Untuk menghindari praktik percaloan dan pungli, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta menerapkan sistem online. Artinya makam bisa dipesan sesuai keinginan dan ketersediaan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati menjelaskan tata cara pemesan lahan makam secara online, dimulai dengan mendatangi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kantor kelurahan yang menjadi lokasi makam.

“Di sana, pemesan makam diminta untuk memilih sendiri lokasi makam yang mereka inginkan. Cara memesannya sangat mirip dengan cara pemesanan bangku di bioskop,” kata Ratna, Minggu (12/6/2016).

Kemudian, lanjut Ratna, petugas PTSP akan membuka datanya. “Akan kelihatan mana saja lahan yang masih kosong,” imbuh Ratna.

Selanjutnya, warga pemesan lahan diminta untuk membayar retribusi melalui Bank DKI. Besaran retribusi ditetapkan berkisar antara Rp 40.000-100.000 sesuai strategisnya lokasi dan berlaku selama tiga tahun.

“Setelah bayar nanti balik lagi ke PTSP. Bukti pembayarannya dilihatkan. Nanti warga pemesan akan diberi SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah),” ujar dia.

SKRD inilah, lanjut Ratna, nantinya diberikan petugas TPU yang akan membantu seluruh proses pemakaman jenazah tanpa biaya tambahan.

“Tinggal ditunjukkan dan bilang ke petugas TPU-nya supaya disiapkan dan itu enggak bayar. Kalau ada yang minta bayaran berarti itu pungutan liar,” kata Ratna.(***)

Most Popular

To Top