Hukum

Biar Nggak Bodoh, Pakar Hukum Minta Ahmad Dhani & Ratna Sarumpaet Belajar Hukum

Ayonews, Jakarta

Ada beberapa pihak yang mengklaim bahwa mereka mendapatkan bocoran dari penyidik KPK bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sudah menjadi tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun pada kenyataannya, Ahok sendiri menanggapi santai dugaan-dugaan dari lawan-lawan politiknya itu. Bahkan KPK sudah berulangkali menyatakan bahwa tidak ada unsur korupsi dalam pembelian RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.

Melihat Ahok santai-santai saja, para pembenci pun mulai melontarkan isu kalau ada intervensi yang membuat KPK tak juga menetapkan Ahok sebagai tersangka, padahal ada bocoran dari penyidik Ahok tersangka.

Seperti komentar musisi Ahmad Dhani dan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet yang mengaku telah mendapatkan bocoran dari penyidik KPK jika Ahok telah ditetapkan menjadi tersangka.

Menanggapi pengakuan tersebut, pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI), Gandjar Laksmana Bonaprapta meminta Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet belajar hukum dulu sebelum membuat klaim sepihak.

Gandjar juga meminta keduanya untuk belajar bagaimana cara kerja KPK dalam menetapkan seseorang jadi tersangka agar tidak bodoh dalam  memahami proses  hukum di KPK.

“Tetapi kalau pun dia dapat bocoran, maka data itu juga bisa dengan gampang diuji validitasnya. Jangankan informasi orang dalam, berita acara pemeriksaan (BAP) yang bocor saja bisa diketahui dari mana datangnya. Apalagi cuma dapat bocoran informasi. Makanya saya bilang mereka-mereka itu perlu belajar hukum dulu,” kata Gandjar di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Gandjar menilai kasus yang dituduhkan kepada Ahok ini lebih tinggi nilai politiknya ketimbang hukum. Ia menduga ada upaya dari lawan-lawan politiknya yang ingin menggagalkan Ahok maju dalam Pilgub DKI 2017.

Gandjar juga tidak sepakat dengan pihak yang menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah diintervensi karena tidak menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi tersangka dalam kasus pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras.

Gandjar mengaku tak mengerti jika ada pihak yang mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan bocoran dari penyidik KPK soal penetapan Ahok jadi tersangka.

“Saya tegaskan dulu bahwa saya bukan pendukung Ahok. Mereka yang menuduh KPK sudah diintervensi harus belajar hukum dulu. Jangan karena beda kepentingan politik lalu menuduh KPK diintervensi,” kata Gandjar.

Gandjar menuturkan, penetapan tersangka oleh KPK sulit diintervensi karena harus melalui banyak tahapan. Prosesnya harus melalui penyidik dan beberapa direktur sampai akhirnya disampaikan kepada lima komisioner KPK.

“Jadi tidak semudah yang dituduh para lawan politik Ahok bahwa KPK sudah diintervensi. Kalau sebatas curiga ya tidak masalah tetapi harus berdasar,” ujarnya.(***)

Most Popular

To Top