Hukum & Kriminal

Oknum Kolonel Pengedar Upal Ternyata dari Golongan Orang Mampu

Ayonews, Jakarta
Latar belakang oknum TNI AD berpangkat kolonel yang ditangkap Polda Metro Jaya lantaran mengedarkan uang palsu bukan golongan tidak mampu. Artinya sang oknum hidup lebih dari cukup. Kekurangan bukan motif pelaku mengedarkan uang palsu (upal).
Hal ini terungkap dari penyelidikan dari internal Kementerian Pertahanan (Kemhan). Irjen Kemhan Marsdya Ismono Wijayanto mengatakan, oknum TNI AD berpangkat kolonel itu aktif sebagai anggota Ditjen Potensi Pertahanan (Pothan) di Kementerian Pertahanan. 
“Kita sudah selidiki, kondisi riil bukan kekurangan. Malah cenderung ini motif perilaku pribadi. Kalau dibilang tidak sejahtera, tidak juga,” ujar Wijayanto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016).

Dengan adanya kasus ini, kata Wijayanto, Kemenhan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum TNI AD dalam jaringan penyebar uang palsu.

“Saya belum bisa telusuri itu, mungkin kepolisian. Kelihatannya (uangnya) dari sindikat, tapi karena kewenangan saya bukan untuk menyelidiki, kami serahkan ke polisi,” kata Wijayanto.

Guna mencegah kejadian serupa,  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah menginstruksikan agar institusi yang dipimpinnya dibersihkan dari praktik korup.

“Dari sisi inspektorat, setiap bulan didengungkan agar para pegawai tak neko-neko. Pak menteri menegaskan ke saya, di kementerian ini harus bebas dari koruptor. Itu pesan Menteri,” ucap Wijayanto.(***)

Most Popular

To Top