Hukum

Jaksa Butuh 5 Miliar Buat Rampas 4,4 Triliun Kekayaan Yayasan Supersemar

Ayonews, Jakarta

Aset Yayasan Supersemar yang sudah beroperasi sejak tahun 1974 akaj dirampas negara. Namun Kejaksaan terbentur biaya eksekusi Yayasan Supersemar yang membengkak dua kali lipat menjadi Rp 5 miliar.

“Memang-memang (kurang dana eksekusi Rp 5 miliar),” kata Jaksa Agung HM Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jaksel, Jumat (3/6/2016).

“Kita akan coba jelaskan dan menceritakan salah satu pihak yang memang memiliki kapasitas bantuan dana itu karena dana itu tampaknya sesuatu yg dipentingkan diperlukan karena itu juga permintaan dari pengadilan yang memiliki kapasitas untuk pelaksanaan putusan dan itu resmi,” ujar Prasetyo.

Mahkamah Agung (MA) menghukum Yayasan Supersemar mengembalikan dana sebesar Rp 4,4 triliun ke negara. Jumlah tersebut merupakan total dana yang diselewengkan yayasan yang diketuai Presiden RI kedua sejak 1974 hingga lengser dari kursi presiden.

Dalam putusan peninjauan kembali (PK), hakim agung Suwardi, hakim agung Soltoni Mohdally dan hakim agung Mahdi Soroinda Nasution menyatakan Yayasan Supersemar telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Alhasil, Yayasan itu dihukum mengembalikan 75 persen dana yang terkumpul sejak 1974 dengan asumsi 25 persen dana telah disalurkan ke yang berhak.(***)

Most Popular

To Top