Ibukota

Buruh dari Luar Daerah Demo Ahok di KPK, Malah Dimaki-maki Warga Jakarta

Ayonews, Jakarta
Aksi demo buruh di gedung KPK menuntut lembaga anti rasuah menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, dimulai Kamis (2/6/2016) siang dan berakhir sore.

Dalam aksinya, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia, Mira Sumirat, menyatakan, buruh akan tetap menuntut KPK menangkap Ahok. September mendatang, mereka akan melancarkan aksi lagi.

“Kami menuntut tangkap Ahok,” kata Mira. Menurut dia, Ahok mesti ditangkap KPK terkait kasus reklamasi, pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, dan masalah diskresi.

Masalah diskresi itu terkait penggunaan dana CSR dari pengembang untuk kepentingan penggusuran.

“September kami akan mogok besar, habis Lebaran. Ke sini lagi (KPK), Ahok harus dipidanakan,” ujar Mira.
Sayangnya, aksi ini bukannya mendapat simpati, malah membuat kesal pengguna jalan dan warga Jakarta. Pasalnya, buruh yang berdemo itu ternyata berasal dari luar Jakarta.

“Buruh-buruh bodoh mau aja dijadikan budak politik. Buruh makin diperalat jadi boneka politik untuk menyerang orang. Dasar sampah masyrakat,” cetus Untung, seorang karyawan kantor di sekitar gedung KPK.

Sambil menonton aksi bubaran buruh, Untung mengaku heran dengan aksi buruh itu. “Demo urusan politik kok buruh yang turun. Sejak kapan buruh peduli kasus hukum? Luar biasa ini buruh dari luar jakarta. Jangan-jangan besok-besok petani demo Ahok, kan makin nggak ada hubungannya…ha..ha..ha,” kata Untung sambil menunggu bus Transjakarta arah Blok M, Jakarta Selatan.

Antin, karyawati di sebuah hotel yang berdekatan dengan gedung KPK justru mengaku kasihan dengan para buruh itu. “Kayaknya mereka nggak tahu apa-apa deh. Soalnya mereka dari luar daerah, bukan orang Jakarta. Paling dibayar 50 ribu sama nasi bungkus, ninggalin kerjaan,” kata Antin.(***)

Most Popular

To Top