Hukum

Bersihkan Lembaga Peradilan, Impor Hakim dari Luar Negeri

Ayonews, Jakarta
Ada cara ekstrim untuk membersihkan lembaga peradilan dari para mafia dan hakim-hakim nakal. Di antaranya mengimpor hakim dari luar negeri kemudian mengganti semua hakim yang ada, mulai dari tingkat yang paling tinggi sampai terendah.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan, cara tersebut pernah dilakukan sejumlah negara pecahan Uni Soviet. Salah satunya, Georgia.

“Di Georgia, semua hakim pernah diberhentikan. Diganti baru,” ujar Mahfud, Rabu (1/6/2016) malam.

Menurut Mahfud, cara ini dilakukan untuk memastikan lembaga peradilan steril dari penyimpangan yang ada pada rezim peradilan sebelumnya. Namun demikian, bukan berarti timbul kekosongan hakim dan fungsi lembaga peradilan.

Selama masa transisi untuk menyiapkan hakim itu dilakukan, proses peradilan tetap dilakukan dengan hakim yang didatangkan dari luar negeri.”Mereka impor hakim dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris,” ujar Mahfud.

Cara ini, lanjut Mahfud, bisa dilakukan dan tidak melanggar konstitusi.”Sebab ini diatur undang-undang. Ini kan demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Mahfud, cara ekstrem itu pernah diusulkan untuk diberlakukan di Indonesia. Namun, Mahfud memahami bahwa resistensi dan dampak yang dihasilkan akan besar.

Mahfud berharap ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk melakukan reformasi peradilan, meskipun tidak ekstrem seperti yang terjadi di Georgia.

“Saya punya usul kalau bisa yang lebih lunak. Misalnya, saya setuju hakim agung tiap lima tahun diseleksi ulang,” ucap menteri kehakiman dan hak asasi manusia di era Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut.(***)

Most Popular

To Top