Olahraga

Menpora Dukung Pangkostrad Dicalonkan jadi Ketua Umum PSSI

Ayonews, Jakarta
Kelompok 85 telah resmi menunjuk Pangkostrad Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi sebagai ketua kelompok. Dengan penunjukan tersebut, Presiden Direktur PS TNI itu juga berpeluang dicalonkan menjadi ketua umun PSSI menggantikan La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Bahkan, Edy menyambut antusias pinangan kelompok yang menginginkan Kongres Luar Biasa (KLB) tersebut.

Acara penunjukan dihadiri sebagian besar anggota K-85 di kantor PS TNI Kawasan Rasuna Epicentrum.

Edy menyatakan, sudah satu bulan lebih K-85 yang beranggotkan sekitar 92 voters berjalan tanpa ketua. Karena itu, dengan senang hati Edy menerima penunjukan dirinya sebagai ketua kelompok, dengan harapan KLB dapat segera bergulir.

Edymengatakan, K-85 sudah mengajukan KLB kepada PSSI sesuai prosedur. Sehingga PSSI wajib secepatnya memproses permintaan tersebut.

“ Saat ini saya diminta bapak ketua tim kelompok 85 dengan kekuatan 92 voters. Jika ke depannya dicalonkan sebagai ketua PSSI ya alhamdulilah. Tapi saya pasti akan laporan dulu ke atasan. Kalau sekarang masih jadi ketua kelompok jadi saya kira tak usah laporan dulu,” jelas Edy saat jumpa pers di Kantor PS TNI di kawasan Rasuna Epicentrum pekan lalu.

Edy menambahkan,K-85 tidak dalam tekanan untuk meminta KLB PSSI dan menunjuk dirinya sebagai ketua kelompok. Menurutnya sepak bola berbeda dengan politik yang bisa ditekan. Tidak hanya itu, Edy juga menegaskan K-85 siap dipanggil kapanpun oleh PSSI untuk diverifikasi. Ini sebagai bukti jika keinginan mereka untuk meminta KLB adalah murni dari hari mereka sendiri.

Kemudian Edy juga mengancam bakal melaporkan kepada FIFA jika keinginan K-85 tidak diindahkan oleh PSSI. Namun sebelumnya, K-85 akan kembali menyurati PSSI terkait KLB untuk ketiga kalinya. Akan tetapi jika sampai tanggal tanggal 18 Juni mendatang, tidak ada resposn positif, pihanya langsung menyurati FIFA untuk mengajukan KLB. Sehingga diharapkan FIFA akan membentuk Komite Normalisasi.

Sementara itu, pelopor kelompok 85, Umuh Mukhtar menyatakan K-85 tidak diintervensi pihak manapun. Dibentuknya K-85 adalah untuk mencari solusi dan perubahan.

Sementara saat ini, PSSI dinilai tidak memiliki pemimpin, dan para voters berhak untuk mencari ketua baru PSSI. Umuh menilai integritas Letjen TNI Edy Rahmayadi tidak diragukan lagi. Apalagi di TNI AD dia sudah memilki tiga bintang.

“Sebagai pemimpin beliau tidak diragukan lagi. Kalau ragu tidak (mungkin) jadi bintang tiga. semua harus kompak walaupun masih ada 15 (voters) yang belum ikut. Kami tidak menjelekkan pengurus yang lama, kami hanya ingin perubahan,” ujar Umuh.

Terkait peluang Edy diusung sebagai calon ketua umum baru, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mempersilakan Pangkostrad untuk jadi calon Ketua Umum (Ketum) PSSI. Menurut Imam, keputusan tersebut adalah kewenangan PSSI dan para anggotanya. Apalagi kata Imam, saat ini merupakan kesempatan terbaik bagi para voters untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Soal KLB itu hak para voters, kami tidak ingin terlalu jauh ikut campur, nanti dianggap intervensi lagi. Kami menyerahkan semuanya kepada voters karena itu hak mereka bukan kami. Saya cuma menyarankan agar mereka mencari pemimpin yang baik dan penuh dengan kedisiplinan,” ucap Imam, beberapa waktu lalu.

Terkait rangkap jabatan yang nantinya akan disandang Letjen Edy jika menjadi ketum PSSI, Imam menyatakan itu tak menjadi masalah. Imam juga meminta agar tidak ada rekayasa dari hasil kongres tersebut. Sehingga apa yang dilakukan saat ini tidak sia-sia.

“Saya harap ketua umum PSSI baru harus jauh lebih baik,” tutupnya.(***)

Most Popular

To Top