Hukum & Kriminal

Kasasi Ditolak, Pengimpor Sabu 800 Kg ini Divonis Mati

Ayonews, Jakarta

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Wong Chi Ping alias Surya Wijaya. Vonis hukuman mati pun tak berubah sejak Wong diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar)  dan diperkuat di tingkat banding.

Wong merupakan importir sabu 800 kg atau yang terbesar di Asia Pasifik dan tangkapan terbanyak dalam sejarah BNN. Buronan 7 negara dalam kasus narkoba ini pergerakannya sangat licin. BNN sendiri butuh waktu 5 tahun untuk menangkap Wong.

Wong dibekuk pada awal Januari 2015 lalu. Saat itu Wong membawa 800 kg sabu lewat perjalanan laut dari Malaysia-Kepulauan Seribu-Tangerang.

Dari Dadap, Tangerang, paket itu dipindahkan ke mobil pick up tertutup dan dibawa ke Cengkareng, Jakarta Barat. Saat bongkar muat narkoba itu, tim BNN membekuk Wong dan komplotannya.

Sembilan orang yang dibekuk yaitu:

1. Wong Chi Ping
2. Ahmad Salim Wijaya
3. Siu Cheuk Fung
4. Tan See Ting
5. Tam Siu Liung
6. Sujardi
7. Syarifuddin
8. Cheung Hon Ming
9. Andika

Mereka digelandang dan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) dengan berkas terpisah. Pada 13 November 2015, PN Jakbar menjatuhkan hukuman mati kepada Wong dan dikuatkan di tingkat banding pada Februari 2016.

Untuk menghindari hukuman mati, Wong melakukan upaya kasasi. Sebagaimana dilansir dalam website MA, Selasa (31/5/20106), kasasi Wong Chi Ping ditolak majelis hakim.Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Artidjo Alkostar dengan anggota hakim agung Suhadi dan hakim agung Andi Samsan Nganro.

Perkara Nomor 706 K/PID.SUS/2016 itu diketok dalam sidang yang digelar Senin (30/5) kemarin sore.

Berikut daftar hukuman bagi sindikat lainnya:
1. Ahmad Salim Wijaya dihukum mati
2. Cheung Hon Ming dihukum mati
3. Siu Cheuk Fung dihukum seumur hidup
4. Tan See Ting dihukum seumur hidup
5. Tam Siu Liung dihukum seumur hidup
7. Sujardi dihukum 20 tahun penjara
8. Syarifuddin divonis 18 tahun penjara
9. Andika divonis 15 tahun penjara.(***)

Most Popular

To Top