Internasional

Dalam Sepekan, 700 Imigran Tewas di Laut Tengah

Ayonews, Roma
Sebanyak 13 ribu migran telah diselamatkan dan lebih dari 700 orang dikhawatirkan tewas di bagian selatan Laut Tengah dalam satu pekan belakangan, demikian laporan media Italia pada Senin (30/5/2016).

Dua kecelakaan besar terjadi di lepas pantai Libya pada Rabu (25/5/2016) dan Kamis (26/5/2016) sehingga merenggut korban jiwa paling banyak, termasuk puluhan perempuan dan anak kecil.

Sedikitnya 45 orang tewas dalam bencana ketiga yang terjadi pada Jumat (27/5), ketika 629 migran diselamatkan dan dibawa ke pantai selatan Reggio Calabria oleh kapal Angkatan Laut Italia, Vega.

Kantor berita ANSA pada Senin (30/5) melaporkan kapal itu juga membawa 45 mayat ke darat, termasuk mayat tiga anak yang berusia dua bulan sampai dua tahun, 36 perempuan dan enam lelaki. Para migran selamat terdiri atas 419 lelaki, 138 perempuan dan 72 anak kecil dari Eritrea, Libya, Marokko, Nigeria, Pakistan, Senegal dan Somalia.

Dua tersangka penyelundup manusia dilaporkan ditangkap oleh polisi Italia segera setelah mereka dibawa ke darat.

Sementara itu pada Senin (30/5/2016), polisi membersihkan kamp sementara di dekat perbatasan Italia Utara dengan Prancis karena alasan keamanan dan kesehatan masyarakat.

Seorang tokoh agama setempat pada Senin (30/5/2016) malam mengatakan bahwa ia telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah lokal untuk merundingkan izin mendirikan kamp tenda di tempat parkir satu sekolah.

Banyak kelompok amal bekerja di Italia untuk membantu misi Angkatan Laut Uni Eropa, Eunafor Med dan lembaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, menangani puluhan ribu migran yang terus datang dari pantai Libya.

Sejak 1 sampai 29 Mei, 18.788 migran telah mendarat di Italia, demikian data yang disiarkan Komisariat Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Secara keseluruhan, 46.714 migran telah tiba sejak awal 2016, sedangkan selama periode yang sama tahun lalu 47.463 orang tiba.

Pemerintah Italia telah berulangkali meminta dukungan lebih besar dari Uni Eropa untuk menangani krisis migran.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan di dalam satu pernyataan pada Senin (30/5/2016), kendati pengungsi dan migran terus berdatangan, jumlah mereka kurang lebih sama dengan jumlah mereka yang datang tahun lalu dan tak ada kamp besar atau yang tidak bersih.

Renzi meminta bantuan buat migran di negara asal mereka, melalui kerja sama dan pola yang berbeda dengan bantuan pembangunan.(***)

Most Popular

To Top