Hukum

Bila Nelayan Menang Gugatan, Ahok: Alhamdulillah, BUMD yang Kerjain Reklamasi

Ayonews, Jakarta
Pengadilan tata usaha negara (PTUN) menggelar sidang putusan atau vonis atas gugatan nelayan terhadap reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Selasa (31/5/2016). Puluhan aparat kepolisian telah dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Dalam gugatan itu, Nelayan Tradisional Indonesia (NTI) menganggap izin reklamasi yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melanggar sejumlah aturan dan berdampak merugikan nelayan.

Nelayan berharap pengadilan mengabulkan gugatan mereka dan reklamasi dihentikan. NTI ini menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang pemberian izin reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Dengan adanya gugatan ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa senang. Justru dia berharap gugatan nelayan terhadap reklamasi Pulau G dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sebab, bila gugatan dikabulkan, Ahok akan meminta badan usaha milik daerah (BUMD) DKI melakukan reklamasi di pulau tersebut. Ahok mengaku senang jika pihak tergugat kalah di pengadilan.
“Ya kalau begitu, alhamdulillah puji Tuhan. Itu (reklamasi Pulau G) semua, gue kuasai pakai BUMD,” kata Ahok di RPTRA Vila Taman Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2016).

Bila tergugat kalah, lanjut Ahok, reklamasi tetap jalan terus. Namun pihaknya tidak akan memberi izin kepada swasta lagi.

Kalau swasta yang melakukan reklamasi, kata Ahok, untungnya hanya 15 persen dikalikan nilai jual obyek pajak (NJOP). Sementara itu, jika reklamasi pulau dikerjakan perusahaan sendiri, keuntungannya akan berlipat ganda.

“Kalau kamu punya keuangan kerjain sendiri, kamu dapat (keuntungan) 100 persen dong. Cuma memang (izin reklamasi) kalau saya batalin, kan saya masalah. Kalau dia (izin reklamasi) dibatalin orang lain, ya yang untung saya,” cetus Ahok.(***)

Most Popular

To Top