Pilgub

Suara PDIP dan Gerindra Cuma 17%, Koalisi Partai Bukan Jaminan Menang Pilgub

Ayonews, Jakarta

Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tengah menjajaki kemungkinan berkoalisi dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta. Namun demikian, tidak ada jaminan calon yang diusung koalisi ini dapat memenangkan pertarungan.

“Meski kedua partai tersebut memiliki perolehan suara yang besar di Jakarta. tidak ada hubungan serta-merta antara besaran koalisi dengan kemenangan,” ujar Pengamat politik dari Polmark Indonesia, Eep Saefullah Fatah, kepada wartawan seusai mengisi materi dalam diskusi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Amanat Nasional (PAN), di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Minggu (29/5/2016).

Contohnya, kata Eep, dalam Pilkada DKI Jakarta yang lalu, koalisi PDIP-Gerindra yang mengusung Jokowi-Ahok hanya mendapatkan suara  17 persen. Sementara, lawan mereka memiliki perhitungan suara 83 persen. Memang, faktanya, koalisi PDIP-Gerindra yang kecil justru keluar sebagai pemenang.

Dari pengalaman banyak pilkada, sambung Eep, faktor penentu kemenangan adalah seberapa atraktif profil kandidat yang diusung, bukan postur partai yang mengusung. “Kuncinya ada di kandidat,” kata dia.

Karena itu, Eep mengatakan, pekerjaan rumah terbesar bagi PDIP dan Gerindra jika akan berkoalisi adalah memajukan kandidat yang dapat menjawab kebutuhan dan keinginan rakyat Jakarta.

Soal siapa kandidat yang mampu menjadi lawan seimbang untuk melawan Ahok, Eep mengaku masih melakukan riset. “Yang jelas situasinya masih sangat cair,” jawab Eep.(***)

Most Popular

To Top