Ibukota

Pak RT…Pak RW… Jangan Cuma Mau Duit Doang, Laporan Ogah

Ayonews, Jakarta

Siapapun yang ingin mendapat insentif dari Penprov DKI  harus bekerja dengan baik. Tidak ada yang bisa didapat secara cuma-cuma.

Termasuk ketua RT dan RW di wilayah Jakarta. Bila ingij mendapat insentif sebulan 900 ribu, maka dalam sehari harus membuat 3 laporan di lingkungan yang dipimpinnya.

Hal ini terkait dengan tanggapan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok ang sempat diprotes perwakilan RT dan RW di Jakarta soal kewajiban membuat kaporan kondisi got di wilayahnya melalui aplikasi Qlue.

Menurut Ahok, kebijakannya itu bukan bermaksud menambah beban kerja mereka. RT dan RW dalam setiap wajib melapor sebanyak 90 kali agar bisa mendapat uang Rp 900 ribu. Artinya, sehari mereka cukup melapor 3 kondisi got dalam sehari.

“Dia itu pengertiannya mesti buat laporan terus. Artinya kan gini, bukan maksudnya mewajibkan dia sehari tiga kali. Kan dia ingin dapat Rp 900 ribu. Ini berbasis kinerja, itu dibagi menjadi 90 laporan. Kalau mau dibagi kan sehari tiga saja,” ujar Ahok di Setu Babakan, Jl Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/5/2016).

Ahok menegaskan, laporan yang harus di-update itu tidak melulu harus terkait kondisi negatif. Pihak RT dan RW juga boleh  memamerkan kondisi got di lingkungannya yang bersih dan baik.

“Yang penting kan kamu kalau kamu mau dapet Rp 900 ribu harus berbasis kinerja enggak bisa ambil doang. Kan anggaran kita berbasis kinerja, nanti menyalahi aturan. Kalau kamu laporan, laporan baik juga oke kok,” jelasnya.

“Ini kan laporan membantu, untuk warga agar hidup lebih baik. Kalau RT/RW sama lurahnya enggak benar, bisa enggak mereka laporan ke saya? Itulah sarana pakai Qlue,” tutup Ahok.(***)

Most Popular

To Top