Nasional

Sebar Propaganda Via Medsos, Separatis Papua Tuding BIN Rekrut PNS jadi Mata-mata

Ayonews, Papua
Gerakan Papua Merdeka terus melakukan teror dan membuat propaganda untuk menyudutkan Indonesia di media sosial. Salah satunya melalui
Central Board of The National Committee For Jayapura. Melalui laman Facebooknya, kelompok separatis itu menyampaikan propaganda pada Kamis (26/5/2016) yang menyatakan :

papua1.jpg

Diberitahukan kepada seluruh rakyat bangsa Papua bahwa kepala Badan Intelijen Negara (BIN) telah mengirim surat perintah perekrutan anggota BIN di setiap kantor pemerintah di seluruh tanah Papua untuk menerima anggota BIN dan akan mengikuti latihan dan pendidikan khusus BIN dan bekerja di setiap daerah di mana mereka di rekrut. Informasi ini di sampaikan oleh seorang aktivis West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) yang bekerja sebagai pegawai di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak.

papua3.jpg

Lebih lanjut, propaganda itu itu juga menyebutkan bahwa menurut rekan ini (Akivis WPNCL) ia dipanggil oleh seorang kepala bagian di kantornya serta menunjukan surat kepala BIN tersebut dan menawarkan dia untuk mendaftar sebagai anggota BIN. Namun teman kita ini menolak dengan alasan bahwa dia banyak pekerjaan sehingga dia tidak mau menambah beban.selanjutnya teman kita mengatakan bahwa sesuai isi surat tersebut tugas yang akan di lakukan adalah :

1. Memata matai sesama teman PNS Papua atau siapa saja yang memberi kontribusi kepada perjuangan papua merdeka.

2. Memata matai setiap orang Papua

3. Siap membunuh orang Papua dengan cara menculik dan meracuni

4. Mendata para pemimpin dan aktivis Papua merdeka.

5. Melakukan propaganda supaya rakyat Papua jangan sampai berjuang Papua merdeka.

Demikian menurut teman kita (activis WPNCL) oleh sebab itu mohon informasi ini di teruskan kepada semua OAP. Baik yang PNS maupun rakyat biasa untuk selalu hati hati dan waspada dengan segala kelicikan NKRI….semoga informasi ini bermanfaat untuk kita bangsa Papua……salam Papua merdeka….lawan dan lawan sampai Papua merdeka……Tuhan Yesus Memberkati…

Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Wilayah Pegunungan Tengah Papua Salmon Walilo mengatakan, propaganda yang disebar separatis melalui media sosial terkait adanya analisa dr pihak lawan bahwa salah satu strategi intelijen yaitu menggunakan masyarakat umum dalam melawan aktivis Papua Merdeka.

“Kami dituding ditunggangi oleh pihak intelijen untuk menyerang perjuangan aktivis Papua Merdeka dan melakukan pembakaran-pembakaran bendera bintang kejora di beberapa wilayah di Papua. Kami menegaskan, BMP dan masyarakat adat Papua menolak Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation of Movement West Papua (ULMWP) karena telah memecah belah persatuan dan kesatuan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak ada yang menunggangi,” kata Salmon.

Menurutnya, KNPB selalu membuat masalah di atas tanah Papua. Rakyat Papua, lanjut dia, tidak ingin terlibat dalam isu kebohongan dan terjebak dalam teror kelompok yang dinilai menghalangi kemajuan masyarakat Papua.

“Masyarakat menolak adanya kelompok-kelompok liar seperti kelompok KNPB yang selama ini sudah meresahkan masyarakat. Yang kami inginkan adalah ketenangan dan kedamaian, serta pembangunan sampai ke kampung-kampung,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat Papua agar tidak terprovokasi dengan isu-isu kemerdekaan Papua yang disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, sampai saat ini Papua tetap berada utuh dalam NKRI.

“Isu-isu yang disampaikan mereka menyesatkan. Kami selaku BMP siap mengawal Papua dalam NKRI,” ucapnya di Sekretariat BMP Jalan Trans Kabupaten, Distrik Libarek, Jayawijaya.

Salmon meminta polisi menindak kedua kelompok yang dinilai berseberangan dengan ideologi bangsa Indonesia.

“Mereka ini kan telah nyata-nyata memiliki ideologi lain, dan ingin memisahkan diri dari NKRI, dan mereka sudah meresahkan masyarakat, jadi kami meminta untuk aparat kepolisian menindak tegas kelompok-kelompok ini,” tegas Salmon, Jumat (27/5/2016).(***)

Most Popular

To Top