Nasional

NKRI Harga Mati, KNPB dan Sejenisnya Cuma Pembuat Onar di Papua

Ayonews, Jayapura

Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menegaskan penolakan mereka terhadap organisasi-organisasi yang hendak memecah belah NKRI. DPRP menyebut kelompok-kelompok itu sebagai pengkhianat.

Sarlen Nico, koordinator DPRP menegaskan bahwa sejarah Papua masuk zaman perjuangan Sukarno. Menurut Sarlen, sejarah Papua masuk ke NKRI sudah sah melalui Pepera.

papua

“Jadi kami menolak segala bentuk organisasi-organisasi terlarang di Papua seperti KNPB, ULMWP, Bintang 14, dan semua bentuk organisasi yang melawan NKRI. NKRI harga mati,” kata Sarlen.

Mewakili  komunitas masyarakat Papua dan Persatuan Gereja dan dipimpin Sonny LS dan pendeta Nico Mauri, Sarlen menjelaskan bahwa masyarakat Papua menolak adanya kelompok-kelompok liar seperti KNPB karena telah meresahkan masyarakat.

“Kami mendukung tindakan tegas oleh TNI/Polri terhadap massa KNPB, karena mereka hanya membuat keonaran di Papua. Kami ingin perdamaian dan pembangunan di Papua,” papar Sarlen.

Sarlen menyebutkan bendera Bintang Kejora tidak mempunyai dasar hukum yang jelas. Jika itu terus diperjuangkan, maka masyarakat Papua akan rugi sendiri.

“Merah Putih adalah bendera Negara Indonesia yang sudah sah, sehingga lambang-lambang atau simbol-simbol yang terlarang lain itu harus dihilangkan dari tanah Papua,” tambahnya.(***)

 

 

Most Popular

To Top