Hukum & Kriminal

Dalam Setahun Nilai Transaksi Narkoba Setara 12 Tahun APBD Kalsel

Ayonews, Jakarta
Indonesia darurat narkoba. Peredarannya semakin dahsyat. Nilai transaksi narkoba di tahun 2014 mencapai Rp 63 triliun atau setara 12 tahun anggaran pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

APBD Kalsel sekitar Rp 5 triliun dalam satu tahun, sedangkan pada 2014 transaksi narkoba secara nasional telah mencapai lebih dari Rp 63 triliun.

“Itu data 2014, kalau data sekarang saya yakin jauh lebih dahsat lagi nilai transaksi dari narkoba ini,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
di hadapan ratusan anggota Muslimat NU, Jumat (27/5/2016).

Khofifah tak bisa membayangkan, seandainya seluruh belanja narkoba tersebut dialihkan untuk pembangunan daerah, untuk pembangunan pendidikan, infrastruktur dan lainnya, tentu Kalsel akan mengalami kemajuan pembangunan yang luar biasa.

Khofifah mengatakan, peredaran narkoba kini semakin memprihatinkan, sehingga perlu dukungan seluruh pihak untuk pemberantasannya. “Setiap hari ada 42 sampai 50 anak-anak di Indonesia meninggal akibat narkoba,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan Muslimat NU, lanjut Khofifah, adalah membentuk laskar Muslimat antinarkoba yang segera disahkan sebelum pertemuan selanjutnya. “Para laskar muslimat NU yang sebagian besar merupakan ustadzah, bisa menjadi corong untuk mensosialisasikan dan menjadi motivator dalam mencegah peredaran narkoba,” ujarnya.

Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalsel, Kombes Arnowo mengatakan, terbentuknya laskar Muslimat NU akan menjadi gerakan pencegahan narkoba yang luar biasa.
“Gerakan ibu-ibu ini merupakan bantuan kekuatan yang sangat besar untuk mencegah peredaran narkoba,” tukasnya.(***)

Most Popular

To Top