Ibukota

Ahok: Guru Bantu Jangan Main Fitnah, Prijanto Aja Gue Maki-maki

Ayonews, Jakarta

Puluhan guru bantu DKI Jakarta melakukan aksi demo di depan Balai Kota karena tidak diikutsertakan dalam tes computerized assisted test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI, Kamis (26/5/2016).

Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memecat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika.

Beberapa perwakilan guru bantu pun menemui Ahok. Ahok mengatakan, tak ada keuntungan bagi dirinya jika menghambat para guru bantu melaksanakan tes CAT CPNS. Selain itu, Ahok meminta mereka untuk tidak asal menuduh BKD DKI Jakarta.

“Makanya jangan main tuduh aja nih. Jangan asal ngomong, buktinya mana? Terus BKD salah di mana? Saya sih main pecat aja kalau memang mereka (PNS) macam-macam,” kata Ahok, di Balai Kota.

Ahok mengaku telah mengurusi permasalahan guru bantu sejak dirinya masih menjadi anggota Komisi II DPR RI. Bahkan Komisi II DPR RI pernah memanggil Gubernur Fauzi Bowo dan wakilnya, Prijanto.

Ahok berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini secara bertahap sehingga ia meminta para guru bantu tidak menuding BKD tanpa bukti.

“Saya sudah mau selesaikan (permasalahan) guru bantu sejak masih di DPR. Saya maki-maki Prijanto waktu di Komisi II, masih ada rekamannya,” kata Ahok kepada para guru bantu.

Ahok mengatakan, pemerintah pusat menetapkan aturan pembatasan atau kuota bagi tenaga honorer yang ingin menjadi CPNS.

“Pokoknya kebijakan kita jelas, guru bantu mau diterima di sini (Pemprov DKI). Kita itu mau berkeadilan,” kata Ahok.

Koordinator guru bantu, Fauzi, mengatakan, tuntutan mereka untuk diikutsertakan dalam tes CAT CPNS. Di DKI Jakarta, kata dia, ada sebanyak 5.422 guru bantu.

Awalnya ada 4.800 guru bantu yang ikut tes. Kemudian sisanya 700 guru bantu tidak mengikuti tes.

“Kami dibilang ijazahnya kelas jauh, kuliah di Jakarta tapi induknya di Bandung atau Sukabumi, tidak linier (lulusan dengan mata pelajaran). Padahal, 4.800 guru bantu yang ikut tes itu ada yang sama ijazahnya, satu kampus, satu sekolah, satu kelas,” kata Fauzi.(***)

Most Popular

To Top