Nasional

Tjahyo Kumolo: Jangan Sensi Dulu Ya, Perda Miras yang Dicabut itu Perdanya Bertentangan

Ayonews, Jakarta
Pencabutan Perda pelarangan terhadap minuman beralkohol oleh Kementerian Dalam Negeri sempat memicu kontroversi, beberapa hari lalu.

Namun Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menegaskan bahwa pencabutan Perda-Perda itu bukan berarti pemerintah mendukung peredaran minuman beralkohol.

“Jangan sensi (sensitif) dulu ya…(Perda) yang saya cabut itu karena mereka (pemerintah daerah) menyusun Perdanya bertentangan dengan peraturan dan perundangan,” ujar Tjahjo, Senin (23/5/2016).

Perda pelarangan miras yang akan dicabut pun, lanjut Tjahyo hanya Perda miras di Papua, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.

Peraturan yang dimaksud, yakni Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A.

Pemerintah ingin minuman beralkohol tidak dilarang sepenuhnya, melainkan hanya perlu diatur peredaran penjualannya. Perda-Perda itu akan berorientasi pada prinsip itu.

“(Perda) yang sudah ada kami perbaiki saja. Yang di daerah pariwisata tetap diatur, peredarannya dikendalikan. Cuma boleh di hotel, misalnya, tidak boleh dijual sembarangan. Apalagi dijual ke anak di bawah umur,” ujar Tjahjo.

Tjahyo mengatakan, pencabutan Perda Miras di tiga daerah itu bersamaan dengan rencana Kementerian Dalam Negeri mencabut 3.266 peraturan daerah yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan. Dan di antara Perda tersebut, ada Perda berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol.
(***)

Most Popular

To Top