Megapolitan

Bung Deddy Mizwar Nggak Usah Pake Mewek Segala, Jakarta-Jabar itu Saling Menopang

Ayonews, Jakarta
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengkritisi sejumlah kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dari beberapa pernyataan Deddy Mizwar selama ini, ada 3 pernyataan sikap atas kebijakan Ahok.

Pertama, Deddy menilai Ahok telah memindahkan Warga miskin ke Jabar. Hal ini dilontarkannya saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada 20 April 2016.

Kedua, Deddy menyebut kerusakan jalan di Kabupaten Bogor, akibat proyek reklamasi Teluk Jakarta.
Hal itu disampaikan Deddy Mizwar dalam rilisnya, Kamis (21/04/2016). Menurut Deddy, kerusakan jalan di Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Bogor terjadi akibat lalulalang truk-truk besar milik tambang yang membawa material reklamasi Teluk Jakarta.

Ketiga, Deddy Mizwar mengeluarkan pernyataan pedas di Bandung, 21 Mei 2016, di Bandung, Sambil menangis atau cewek, Deddy berujar, sebuah peradaban janganlah dibangun di atas sebuah kemaksiatan, serta mengorbankan kepentingan masyarakat lain serta lingkungan yang ada.

“Janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan bencana ke daerah lain, janganlah membangun Jakarta dengan cara memindahkan kemiskinan ke daerah lain,” kata dia, Sabtu (21/5).

Menanggapi 3 pernyataan Wakil Gubernur Jabar itu, Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta mengatakan bahwa, pertama Ahok tidak mengusir orang miskin ke Jawa Barat. Melainkan merelokasi ke tempat yang lebih manusiawi di rusunawa yang ada di wilayah jakarta juga.

“Kalau pun ada warga yang kembali ke Jawa Barat, karena mereka memang ber-KTP Jawa Barat. Penyediaan rusunawa tersebut memang dikhususkan warga yang direlokasi ber-KTP Jakarta,” tegas Wibi, Senin (23/5/2016).

Kedua, soal adanya reklamasi yang merusak jalanan Jawa Barat, Wibi meminta Deddy Mizwar jangan melihat persoalan reklamasi sepotong-sepotong.

“Reklamasi kan sudah dimoratorium. Kebijakan itu tak hanya gubernur DKI saja, tapi juga pemerintahan pusat,” ujarnya.

Soal ketiga, Wibi mengingatkan Deddy Mizwar, sesama pemimpin daerah untuk saling menahan diri agar tidak mengeluarkan komentar-komentar sinis yang memperuncing keadaan.

“Nggak perlu sambil menangis lah. Pemimpin itu harus tegar. Jakarta dan Jabar ini dua daerah yg saling menopang satu dengan lainnya. Jadi seandainya ada sesuatu segera dibicarakan jangan membuat celah komunikasi menjadi terputus dan dimanfaatkan pihak lain untuk memperuncing masalah yang sebenarnya bukan menjadi masalah,” jelas Wibi.

Jika memang ada persoalan antara Jakarta dan Jabar, lanjut Wibi, Nasdem DKI meminta Deddy dan Ahok bisa duduk bersama dalam mencari solusi yang baik, bukan saling mengeluarkan komentar sinis.

“Kami yakin Deddy Mizwar adalah orang yg bijak dan mengedepankan semangat persatuan. Kami menghormati apa yang sudah dilakukan Deddy untuk rakyat Jabar. Begitu juga dengan Ahok. Saya yakin kedua pemimpin ini adalah 2 pemimpin hebat. Hanya tinggal komunikasi intens dan baik dimaksimalkan saja,” tandasnya.(***)

Most Popular

To Top