Hukum

Senang Warnanya Merah Cerah, Pedagang Cabai Pakai Kaos Palu Arit Ditangkap Kodim

Ayonews, Jambi

Trend kaos bergambar palu arit sampai juga ke Jambi. Kali ini seorang pedagang di pasar tradisional harus berurusan dengan aparat Kodim 0415 Batanghari, Jambi. Pasalnya, pemuda pedagang itu mengenakan baju warna merah bergambar palu arit, mirip lambang Partai Komunis Indonesia (PKI)

Dandim 0415/Batanghari Letkol Arm. Widodo Noercahyo di Jambi, , mengatakan bahwa pemuda itu bernama Rinto Simbolon (26), pedagang cabai di Pasar Talang Banjar, Kota Jambi.

Rinto diamankan oleh anggota Unit Intel Kodim 0415 Batanghari saat tengah berjualan sekitar pukul 08.00 WIB.

“Yang bersangkutan langsung dibawa ke Kodim untuk dimintai keterangan terkait dari mana asal kaus tersebut,” ujar Widodo, Sabtu (21/5/2016).

Kepada petugas, Rinto mengaku mendapatkan kaos tersebut dari ayahnya, Timbul Simbolon, yang membeli baju tersebut dari penjual baju bekas keliling bernama Mang Cek (60).

“Berdasarkan pengakuan Rinto, saat itu, Mang Cek sedang berjualan keliling di kawasan rumahnya dan ayahnya membeli dengan harga sekitar Rp 7.000. Kemudian, kaos tersebut diberikan kepada Rinto,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Widodo, Mang Cek sendiri saat ini berada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Jambi terkait dengan kasus pidana asusila.

Kepada petugas, pemuda tamatan SMA itu mengaku tidak mengerti arti dari lambang palu arit tersebut. “Dia mengaku memakai kaos itu karena hanya melihat dari warnanya merah cerah,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak Kodim 0415 Batanghari sudah menemukan kaos berlambang yang sama di wilayah Simpang Kotabaru. Dari hasil pemeriksaan, pria yang menggunakan kaos tersebut buta huruf sehingga tidak mengetahui apa arti dari lambang palu arit di kaus tersebut.

Karena banyaknya masyarakat yang tidak tahu dan tidak mengerti, lanjut Widodo, Kodim Batanghari akan melakukan sosialisi kepada masyarakat terkait dengan lambang PKI.

“Apabila masyarakat yang menemukan lambamg tersebut secara sengaja atau tidak langsung, laporkan kepada kami,” tutup Widodo.(***)

Most Popular

To Top