Nasional

Rencana Bongkar Kuburan Massal Korban 65, Luhut: Jangan Sampai Generasi Kamu Dituduh Bangsa Holocust

Ayonews, Jakarta
Rencana pemerintah untuk membongkar kuburan massal korban ’65 di beberapa daerah menuai pro dan kontra. Suara ini muncul dari Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengenai perlu tidaknya membongkar tempat yang diduga kuburan massal.

kuburan massal1

“Gini kita masih pelajari. Inti saya nih, saya tidak mau oleh orang luar Indonesia dituduh membunuh 14.000 itu,” jelas Luhut di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

“Kita mau cari random berapa jumlahnya. Karena menurut hitungan orang yang terlibat ini seperti Pak Sintong Panjdaitan menyatakan angka itu jauh dari ini. Jangan sampai generasi kamu dituduh bangsa holocust,” tegas Luhut.

Yang terpenting, kata Luhut, kasus ’65 segera bisa diselesaikan. “Jangan sampai Indonesia dipermalukan di dunia internasional,” ujarnya.

Menurut Luhut, pemerintah menyelesaikan masalah bangsa ini dengan cara bermartabat dan demokratis.

“Pegangan kita adalah UU 27. TAP MPRS 66 dan TAP MPRS 23 itu saja jelas, jelas kok,” tuturnya.

Luhut menambahkan, pemerintah ingin melihat benang merah dari peristiwa tahun 28,48, 63 sampai 65.

“Di mana sebenarnya PKI menjadi penyebab peristiwa itu jangan sampai dituduh. Pemerintah orde baru menuduhkan itu, apalagi TNI dan alim ulama. Jadi konteks tuh dilihat utuh. Jangan cuma liat bongkar mayat, bongkar mayat proses dari itu,” tutupnya.(***)

Most Popular

To Top