Ibukota

Jual Petugas PPSU, Ahok Sebut Oknum Lurah Peras Warga Hingga Rp4 juta

Inilah-7-Ciri-Unik-Ahok-Sebagai-Gubernur-DKI-Jakarta

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sering mendapat laporan mengenai oknum lurah yang berbuat curang dengan memanfaatkan keberadaan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

Menurut Ahok, modus yang digunakan mulai dari meminta uang kepada warga yang meminta pekarangan rumahnya dibersihkan hingga meminta petugas PPSU berperan sebagai warga yang menyampaikan aduan di aplikasi Qlue.

Khusus untuk kasus adanya warga yang meminta pekarangan rumahnya dibersihkan oleh PPSU, Ahok menyebut tarif yang dikenakan lurah setempat mencapai Rp 3-4 Juta.

“Kalau kamu mau potong pohon di rumah kamu, berarti kamu punya duit. OK Rp 3 juta-4 juta aku beresin pohon kamu, aku beresin semua jadi rapi. Tapi dia pakai PPSU yang kerjain. Ada oknum uang seperti itu,” kata Ahok di Balai Kota, Senin .

Sementara untuk kasus adanya petugas PPSU yang berperan sebagai warga yang menyampaikan aduan di Qlue, Ahok menduga motifnya bertujuan agar si lurah mendapatkan penilaian yang baik.

“PPSU disuruh ngadu sendiri. Kan itu wilayahnya dia kerja nih. Dia ngadu sendiri. Dia foto sendiri pakai HP orangnya. Dia kirim langsung dia foto dia kerjain. Jadi yang dia kerjain itu dia buat laporan seolah-olah “Wah”. Akhirnya dia pikir dia hebat,” ujar Ahok.

Atas dasar itu, Ahok kembali menegaskan jajaran pejabat di kelurahan agar tidak takut melaporkan jika lurahnya bersikap curang. Jika jajaran pejabat kelurahan tidak berani melaporkan lurahnya, ia mengancam akan merotasi seluruhnya secara satu paket.

“Nanti misal satu kelurahan terus main nih, kita cuci gudangnya. Seluruh pejabat struktur sikat habis aja. Satu kelurahan dicuci, bersihin, pindahin. Kita sudah punya data nih. Kita kasih dia kesempatan 1-2 bulan ini mau berubah apa enggak,” ucap Ahok. (***)

Most Popular

To Top