Ibukota

Anak Dhani Nabrak 6 Tewas Bisa Bebas, Sopir Trans Jakarta Nabrak 1 Tewas Divonis 2,5 Tahun Bui

 

Ayonews, Jakarta
Vonis 2,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Bima Pringgas Suara, sopir bus transjakarta lantaran menabrak pengguna sepeda motor penyerobot busway, disesalkan oleh netizen.

Seperti disampaikan gerakan @NaikUmum yang menilai apa yang terjadi pada Bima tidak adil. Apalagi jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian serupa yang melibatkan pengguna kendaraan pribadi.

“1 Sopir TJ yg nabrak pemotor penerobus Busway di Kota (Nov,2015) divonis 2,5thn penjara #KeadilanUntukSopirTJ” “2 ini miris krn dgn korban 1org plus jalur khusus lbh lama hukumannya dr nabrak di tol Jagorawi/trotoar Surabaya #KeadilanUntukSopirTJ” “3. Ini jg bakal jd preseden buruk bahwa g masalah nerobos busway krn sopir TJ gda keistimewaan hukum apa2 di busway #KeadilanUntukSopirTJ,” tulisnya dalam akun Twitternya.

3. Jgn2 ntar pembunuh yg d bunuh korbannya( bela diri )d bui lg hahahahah jgn d contoh hanya ada d indonesia ye

setan halus, Gk heran ene negara dongeng .Anak artis dan anak pejabat yg bs lolos dr bui sdgkan org yg d luar itu pasti kena penjara. Dan ene kasus lbh parah org lain melanggar malah dia yg kena bui hahahaha

David: mungkin hakimnya suka nyerobot jalur busway makanya bela si pemotor.

Vonis terhadap Bima dijatuhkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang digelar Kamis (12/5/2016).

Melalui akun Facebook-nya, Bima menulis status terkait vonis yang diterimanya itu. “Alhamdulillah ya Allah divonis 2 tahun 6 bulan,” tulisnya.

Kepada rekan-rekannya, Bima menyatakan menerima vonis itu dan tidak akan mengajukan banding. Karena ia takut pengajuan banding justru akan membuat hukumannya bertambah. “Tuntutan 5 tahun. Kalau banding malah bisa naik lagi,” kata dia.

Berdasarkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim, Bima menyebut dirinya dianggap melanggar Pasal 310 ayat 4 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2009. Pasalnya sendiri berbunyi, setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta.

Kecelakaan yang melibatkan Bima terjadi di samping Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Minggu (29/11/2015) siang. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Hendri Setiawan (34), melaju dari arah barat ke arah timur di Jalan Jembatan Batu.

Ketika berada dekat Rumah Abu Marga Tjong Thio, Hendri masuk ke jalur khusus transjakarta. Pada saat bersamaan, datang bus transjakarta yang dikendarai oleh sopir bernama Bima, lalu menabrak bagian belakang sepeda motor tersebut.Hendri tidak bisa menguasai sepeda motornya lagi sehingga terpental ke luar busway. Sedangkan orang yang dibonceng, yakni Siauw Njuk Siu (63), terjatuh dan meninggal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono belum bisa memastikan langkah apa yang akan ditempuh terkait vonis 2,5 tahun penjara terhadap salah satu sopirnya.

“Kami tetap akan menghormati proses hukum yg sedang berlangsung. Kami akan pelajari detail kasusnya untuk menentukan langkah-langkah yang akan kami ambil,” kata Budi, Sabtu (14/5/2016).

Menurut Budi, kecelakaan antara bus transjakarta dan sepeda motor di “busway” kawasan Jakarta Kota pada November 2015, aaat itu ia belum menjabat sebagai Dirut Transjakarta.

“Jadi, saya belum tahu detail kasusnya. Saya sedang cek. Nanti kalau sudah ada kepastian, saya akan infokan,” ujar Budi.(***)

Most Popular

To Top